Kapal Tanker Pertamina Segera Keluar dari Selat Hormuz, Di Mana Posisinya?
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyatakan pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina dapat segera melintas Selat Hormuz dengan aman.
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan Kemlu bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan tanker tersebut.
"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran," ujar Nabyl seperti dikutip Antara, di Jakarta, Jumat (27/3).
Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, Nabyl mengatakan pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah lebih lanjut pada aspek teknis dan operasional.
Dua kapal tanker milik Pertamina yang masih berada di kawasan Teluk Persia adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. “PIS dan Kementerian Luar Negeri sedang membahas hal teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).
Di mana Posisi 2 Kapal Tanker Pertamina?
Berdasarkan penelusuran Katadata di situs vesselfinder.com, pada Senin (30/3), kapal tanker Pertamina Pride saat ini berada di Teluk Persia. Kapal tersebut dikabarkan akan menuju Indonesia dan diperkirakan tiba pada 2 April 2026.
Menurut informasi di situs tersebut, kapal tanker yang mengangkut minyak mentah itu dibuat pada 2021 dan berlayar dengan bendera Singapura.
Kapal tanker Pertamina lainnya, yakni Gamsunoro, diketahui terakhir kali berlabuh di Basrah Oil Terminal Anch, Irak pada 29 Maret 2026. Setelah meninggalkan Irak, kapal tanker Gamsunoro berada di Teluk Persia dengan tujuan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Kapal tersebut diperkirakan tiba di Dubai pada 31 Maret 2026.
Kapal tanker Gamsunoro yang dibuat pada 2014 itu memiliki bobot mati 105.638 ton. Kapal tanker itu berlayar di bawah bendera Panama.
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan negaranya mengizinkan kapal-kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz. Sementara, kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang lewat.
Negara-negara "sahabat" yang diberi lampu hijau untuk melintas oleh Teheran itu antara lain Cina, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia.
