Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Rusun Relokasi Warga Bantaran Rel Kereta Senen

Mela Syaharani
30 Maret 2026, 16:31
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berjalan menuju kendaraan dinas usai audiensi dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pemanfaatan lahan di kawasan Meikart
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berjalan menuju kendaraan dinas usai audiensi dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pemanfaatan lahan di kawasan Meikarta untuk pembangunan rumah bersubsidi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah telah menyiapkan lahan untuk rencana pembangunan rumah susun (rusun) bagi  warga di bantaran rel kereta api wilayah Senen, Jakarta Pusat. Lahan ini disiapkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Lokasi yang disiapkan berada di kawasan Jalan Kramat Raya Senen, tepatnya di ahan seluas 1,61 hektare milik PT Angkasa Pura Indonesia. Berdasarkan hasil koordinasi awal, pembangunan rumah susun tersebut ditargetkan mulai groundbreaking pada Mei 2026. 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan skema pembangunan rusun akan diputuskan dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dijadwalkan pada Rabu mendatang. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan mempercepat perizinan supaya pembangunan dapat segera dimulai.

“Yang pasti rusun ini akan segera dibangun. Perizinan akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah,” ujar Menteri PKP dalam siaran pers, dikutip Senin (30/3).

Terdapat beberapa alternatif skema pembangunan rusun yang sedang dibahas. Opsi pertama rusun dibangun oleh Perum Perumnas sebanyak 1000 unit dalam 2 tower. Tempat tinggal ini dibangun melalui pembiayaan APBN, dukungan subsidi dan penyediaan utilitas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Opsi lain rusun digarap oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, terdiri atas sembilan tower empat lantai dengan total 690 unit hunian lengkap dengan fasilitas ruang komunal dan gedung serbaguna.

Selain pembangunan rusun, Ara mengatakan Kementerian PKP juga menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah DKI Jakarta sebanyak 3.100 unit rumah pada 2026. Program tersebut tersebar di lima wilayah kota administrasi masing-masing 600 unit serta 100 unit di Kepulauan Seribu.

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Ia menyampaikan BUMN akan mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki untuk pembangunan hunian serupa di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Tangerang, Bogor, Medan, Makassar, dan Denpasar.

“Kami sedang memetakan aset BUMN di beberapa kota besar untuk dibangun dengan skema yang sama. Ini bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” ujar Dony Oskaria.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat proses perizinan dan mendukung penuh pelaksanaan pembangunan rusun tersebut agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...