Bahlil Siapkan Formulasi Harga BBM Non Subsidi, Termasuk untuk SPBU Swasta

Mela Syaharani
6 April 2026, 14:57
Petugas mengecek selang pengisian bahan bakar minyak di SPBU Shell, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait agar produk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kembali tersedia di ja
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas mengecek selang pengisian bahan bakar minyak di SPBU Shell, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait agar produk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kembali tersedia di jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah saat ini masih membahas terkait harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Hal ini menyusul adanya keputusan pemerintah untuk menahan perubahan harga BBM non-subsidi pada April 2026.

“Pembahasan BBM non-subsidi tentu saja melibatkan badan usaha swasta. Sampai sekarang kami sedang mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Senin (6/4).

Bahlil mengatakan keputusan penahanan harga ini disebabkan karena pemerintah memahami kondisi yang saat ini terjadi di masyarakat. Dia tidak merincikan berapa lama target pembahasan ini akan rampung. Menurutnya pemerintah saat ini masih terus melakukan pertemuan untuk melakukan pembahasan.

"Nanti kami juga masih membahas (pembayaran kompensasi penahanan harga BBm non-subsidi)," ucapnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyebut pemerintah juga masih membahas terkait skema pembatasan pembelian BBM subsidi bagi kendaraan bermotor roda empat. Pembahasan ini dilakukan antara pemerintah dan PT Pertamina (Persero).

Selain harga BBM non-subsidi, Bahlil juga membahas Indonesia terus membuka opsi impor minyak dari seluruh negara di dunia, termasuk Rusia. Hal ini diperlukan untuk menjamin ketersediaan BBM.

Menurutnya situasi saat ini Indonesia tidak boleh pilih-pilih calon negara pengimpor, yang terpenting sekarang adalah ketersediaan barang. Situasi global dan terhambatnya pasokan membuat antar negara saling berebut stok minyak.

“Bayangkan sekarang meski sudah melakukan tender barang, tapi kalau ada negara lain yang beli dengan harga jauh lebih tinggi maka barang tersebut berpotensi dijual ke pihak penawar tersebut,” ujarnya.

Harga BBM Subsidi dan Non-subsidi Tak Naik

Bahlil sebelumnya memastikan tidak akan ada perubahan harga baik subsidi maupun non-subsidi per 1 April 2026. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.  

“Tidak ada penyesuaian harga BBM subsidi baik naik atau turun. Artinya, harganya stagnan dan menggunakan harga yang ada saat ini,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan yang dipantau secara daring, Selasa (31/3). 

Hal ini juga berlaku untuk harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertadex atau Solar kualitas tinggi. Menurut Bahlil, tim Pertamina maupun pemilik SPBU swasta hingga hari ini masih  melakukan pembahasan bersama.  

“Artinya belum ada penyesuaian harga (BBM non-subsidi), masih tetap sama,” ujarnya. 

Meski tak ada perubahan harga, Bahlil menyebut pemerintah akan melakukan kajian-kajian menimbang cepatnya perkembangan kondisi geopolitik dunia.

“Setelah kami kembali di Jakarta, akan kami bahas dengan melihat dinamika yang ada. Kalau tak ada perubahan itu jauh lebih baik,” ucapnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...