Bahlil Ingin Genjot B50 Meski Tren Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Mela Syaharani
10 April 2026, 14:23
biodiesel, B50, Bahlil
ANTARA FOTO/Yudi Manar/nym.
Tim peneliti melakukan perawatan mesin pengolahan minyak jelantah menjadi biosolar di Medan, Sumatera Utara, Selasa (14/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tetap ingin menggenjot implementasi B50 pada 1 Juli nanti, meskipun harga minyak dunia turun setelah gencatan senjata di Timur Tengah.

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif terbuat dari minyak nabati atau hewani yang dapat digunakan untuk menggantikan solar pada mesin diesel. Indonesia saat ini telah menerapkan campuran biodiesel 40% atau B40.  

“Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini kita sedang mode bertahan (survival mode), supaya tidak bergantung pada pasokan global untuk memenuhi kebutuhan BBM khususnya Solar,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (10/4).

Harga minyak acuan dunia sebelumnya anjlok 14% ke bawah US$ 100 per barel, pada Rabu (8/4). Hal ini terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan ini berpotensi menghentikan serangan militer AS-Israel dengan imbalan dibukanya akses Selat Hormuz oleh Iran. 

Harga minyak Brent anjlok 14% menjadi US$ 94,51 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot 15% menjadi US$ 96,35 per barel. Bloomberg mencatat, penurunan harga WTI merupakan yang terbesar dalam enam tahun terakhir.

Adapun harga minyak acuan dunia naik pada hari ini(10/4). Kenaikan ini terjadi usai Arab Saudi menyatakan kapasitas produksi minyak mereka berkurang akibat serangan Perang Timur Tengah ke infrastruktur energi. Minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) harganya naik 0,7% menjadi US$ 98,53 per barel, sementara minyak Brent naik 1,2% menjadi US$ 95,92 per barel.

Dia menyebut pemerintah menginginkan terwujudnya kedaulatan energi di Indonesia. Bahlil mengatakan, dulu Indonesia mulai menerapkan B10, B20, dan B30 saat harga minyak dunia stabil. 

“(Intinya) kami ingin mencari sumber-sumber energi yang ada di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan. Kami tidak mau tergantung,” ujarnya.

Bahlil menyatakan, saat ini uji coba implementasi B50 sudah mencapai 60-70% dari target. Uji coba dilakukan di alat-alat berat, kereta api, kapal, dan mobil. Proses ini rencananya akan selesai pada Juni mendatang dan langsung diterapkan per 1 Juli 2026.

Kurangi Penggunaan BBM

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan, rencana penerapan B50 berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil  hingga 4 juta kilo liter per tahun. 

“Tentu dalam enam bulan ada penghematan subsidi dari biodiesel yang diperkirakan mencapa Rp 48 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Seoul Korea Selatan, yang dipantau secara daring, Selasa (31/3).  

Airlangga menjelaskan, PT Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan rencana tersebut. Indonesia telah memulai penerapan biodiesel sejak 2016 melalui penerapan B10 dan bertambah secara bertahap hingga saat ini sudah B40 pada 2025.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...