Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Sebagai Presiden Direktur

Mela Syaharani
14 April 2026, 15:10
Andri Pratiwa, Shell Indonesia
LinkedIn/Andri Pratiwa
Andri Pratiwa, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Shell Indonesia mengumumkan pengangkatan Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia. Pengalihan jabatan ini akan mulai efektif berlaku per 1 Mei 2026.

Andri menduduki jabatan yang sebelumnya diemban oleh Ingrid Siburian. Mulai bulan depan Inggrid akan menjabat sebagai General Manager Mobility dan tetap menjalankan kepemimpinan hingga akhir April ini.

Perusahaan mengatakan pergantian pemimpin ini dilakukan seiring dengan fokus Shell untuk terus mengembangkan bisnis pelumas di Indonesia. Korporasi juga melanjutkan proses pengalihan bisnis SPBU Shell di Indonesia kepada perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

“Shell Indonesia tengah memasuki tahap baru dengan berbagai peluang. Kami terus berinvestasi dalam bisnis pelumas, termasuk Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease yang melengkapi fasilitas Pabrik Pelumas Shell di Marunda,” kata Andri dalam siaran pers, Selasa (14/4).

Selain penugasan tersebut, Andri akan tetap menjalankan posisinya saat ini sebagai General Manager Lubricants Indonesia. Menurut laman Linkedinnya, Andri sudah bekerja bersama Shell Indonesia selama 23 tahun atau mulai Desember 2003.

Pengalihan Bisnis

Shell Indonesia akan mengalihkan bisnis Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) ke perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Pengalihan bisnis tersebut diharapkan rampung 2026.

“Pengalihan kepemilikan bisnis ini mencakup jaringan SPBU Shell serta kegiatan pasokan serta distribusi BBM di Indonesia dan tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang berkembang di Indonesia,” tulis manajemen Shell Indonesia dalam siaran pers, Jumat (23/5/25).

Bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia mencakup jaringan SPBU Shell dan kegiatan pasokan serta distribusi BBM. Shell memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia di mana lebih dari 160 di antaranya dimiliki perusahaan dan terminal BBM di Gresik.

Citadel Pacific adalah perusahaan yang mapan dan terdiversifikasi dengan kegiatan operasional di seluruh Asia-Pasifik. Citadel merupakan pemegang lisensi merek Shell di Guam, Saipan, Republik Palau, Makau, dan Hong Kong. Sefas Group adalah distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Perusahaan memastikan, kegiatan operasional jaringan SPBU Shell di Indonesia tidak akan terdampak pengalihan kepemilikan ini. Tim yang melayani para pelanggan di jaringan SPBU Shell juga tidak berubah. Shell tetap berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional yang aman dan andal. 

“Setelah proses pengalihan kepemilikan selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek,” tulis mereka. 

Perusahaan menggunakan model lisensi merek untuk bisnis mobility & convenience di lebih dari 50 pasar di seluruh dunia sehingga para pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM.

Perjanjian lisensi mengizinkan penerima lisensi hak untuk menggunakan merek Shell sesuai dengan standar Shell di wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan penerima lisensi untuk mendapatkan keuntungan dari nilai merek

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...