Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Upaya Perundingan Lanjutan AS dan Iran
Harga minyak acuan dunia cenderung bergerak stabil seiring dengan upaya Amerika Serikat (AS) dan Iran melakukan perundingan lanjutan terkait perang Timur Tengah. Masih terjadi blokade di Selat Hormuz yang menghambat pasokan energi yang vital bagi perekonomian global.
Minyak acuan Brent turun 0,4% menjadi US$ 94,41, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,9% menjadi US$90,44 per barel.
Perundingan lanjutan antara dua negara diupayakan digelar sebelum periode gencatan senjata berakhir pekan depan. Ada beberapa lokasi potensi dilakukannya perundingan ini, salah satunya di Pakistan.
“Pembicaraan bisa dilanjutkan dalam dua hari ke depan,” kata Presiden AS Donald Trump dikutip dari Bloomberg, Rabu (15/4).
Meski upaya perundingan semakin mencuat, blokade AS di Selat Hormuz tetap berjalan. Aksi ini disebut untuk menekan ekspor minyak Iran.
Di sisi lain, Iran mempertimbangkan penghentian sementara pengiriman melalui jalur tersebut guna menghindari konfrontasi langsung dengan blokade AS. Sejak perang pecah, Iran telah berupaya mencegah hampir seluruh pelayaran melalui jalur strategis tersebut.
Akses yang terbatas untuk melintas di selat ini membuat pasar minyak global terguncang. Hal ini memicu guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
IEA Prediksi Konsumsi Minyak Bakal Turun
Lonjakan harga minyak mentah fisik dan produk seperti bensin menekan konsumen serta melemahkan permintaan. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan konsumsi akan turun tahun ini.
“Dalam jangka pendek, harga minyak kemungkinan bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah, seiring pasar mencerna pergeseran menuju diplomasi,” kata Analis Strategi Riset Lintas Aset di Pepperstone Group, Dilin Wu.
Dia menyebut meski ketegangan geopolitik sedikit mereda, pemulihan pasokan fisik akan tetap lama sebab ada hambatan logistik di sekitar Hormuz tetap menjaga harga komoditas di level tertentu.
ANZ Group Holdings Ltd. menyampaikan jika risiko eskalasi mereda, pasokan minyak dari Timur Tengah berpotensi mengalami pemulihan bertahap. Volumenya mencapai sekitar 2 hingga 3 juta barel per hari kembali dalam empat minggu pertama.
Guna meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran, Trump akan menghentikan izin pembelian minyak mentah akhir pekan ini.
American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah nasional naik 6,1 juta barel pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi yang dirilis hari ini, kenaikan stok minyak itu akan menjadi kenaikan kedelapan secara berturut-turut.
