Sinergi Harita Nickel dan Petani Obi Perkuat Swasembada Pangan

Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
16 April 2026, 11:27
Petani milenial di Pulau Obi menunjukkan hasil panen semangka dari program SENTANI, bukti nyata kolaborasi dengan Harita Nickel yang meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Dok. Harita Nickel
Petani milenial di Pulau Obi menunjukkan hasil panen semangka dari program SENTANI, bukti nyata kolaborasi dengan Harita Nickel yang meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di tengah upaya pemerintah Indonesia mempercepat target swasembada pangan nasional, Harita Nickel melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI) membuktikan sinergi nyata antara industri pertambangan dan sektor pertanian.

Kolaborasi ini telah berhasil mentransformasi petani lokal di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menjadi penggerak ekonomi daerah yang produktif dan inovatif.

Langkah strategis ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan secepat-cepatnya. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya lompatan bersama agar petani sejahtera dan masyarakat merasakan dampaknya secara langsung.

"Bapak Presiden Prabowo tugaskan kepada kita agar swasembada pangan secepat-cepatnya. Kita siapkan lompatan bersama yang kita buat bersama agar itu terwujud, petani sejahtera, masyarakat tersenyum,” tegas Mentan Amran, dikutip dari rilis Kementerian Pertanian, Minggu (12/4).

Lompatan Produktivitas Pertanian di Wilayah Lingkar Tambang

Di Desa Buton, Pulau Obi, program SENTANI telah mengubah wajah pertanian lokal sejak tahun 2022. Dengan dukungan alat pertanian, bibit unggul, hingga edukasi hulu ke hilir, para petani binaan Harita Nickel berhasil mencetak prestasi gemilang.

Pada panen raya 27 Januari 2026, produktivitas padi di wilayah ini mencapai 8 ton per hektar, jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 5 ton per hektar.

Keberhasilan ini juga dirasakan pada sektor hortikultura. Sepanjang tahun 2024, para petani berhasil memanen 25 ton semangka.

Tak hanya kuantitas, kualitas pun ditingkatkan melalui sistem pertanian organik. Darwan Aduhasan (33), sosok petani milenial penerima Penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan 2024 dari Kementerian Desa, mengungkapkan efisiensi sistem ini.

"Pada tahap awal peralihan ke sistem organik... biaya produksi menjadi jauh lebih rendah. Untuk mencapai hasil tersebut [panen semangka], total modal yang kami keluarkan hanya sekitar Rp250.000," ungkap Darwan.

Darwan bersama rekan-rekannya di Pulau Obi menggagas program PELANGI (Petani Millennial) untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap sektor agraria. Dalam pelaksanaannya, PELANGI tidak berjalan sendiri melainkan berkolaborasi dengan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel.

Melalui sinergi ini, Darwan mengatakan, para petani mendapatkan pendampingan teknis dari tenaga ahli, bantuan bibit, hingga akses pasar untuk menyuplai kebutuhan katering karyawan perusahaan.

Ia menegaskan bahwa potensi agraria di wilayah tambang sangat menjanjikan. Menurutnya, sektor pertanian tetap mampu menjadi sumber penghidupan yang kuat, bahkan di daerah yang selama ini identik dengan aktivitas pertambangan.

Potensi tersebut diperkuat melalui dukungan nyata dari Harita Nickel, yang mendorong keberlanjutan ekonomi petani lewat pendirian koperasi, peningkatan kapasitas manajerial, serta pembukaan akses pasar langsung.

Hasilnya, para petani kini berperan sebagai pemasok utama kebutuhan pangan bagi ribuan karyawan Harita Nickel. "Permintaan komoditas pertanian sebenarnya sangat besar, bahkan di tingkat lokal saja sudah tinggi. Artinya, peluang pasar itu ada dan nyata," ujar Darwan.

Kolaborasi antara Harita Nickel dan kelompok tani di Pulau Obi menjadi bukti nyata bahwa sinergi multipihak adalah kunci utama dalam mendukung pemerintah mencapai swasembada pangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...