Harga Minyak Mentah Indonesia ICP Naik 48% Imbas Perang AS dengan Iran

Mela Syaharani
17 April 2026, 19:04
harga minyak, ICP, Iran,
Pertamina
Refinery Unit (RU) VI di Balongan, milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret US$ 102,26 per barel. Angka ini naik 48,66% dibandingkan Februari US$ 68,79 per barel.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 149.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan bahwa ICP ini tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang memanas sepanjang Maret.

“Kenaikan ini sejalan dengan tren harga minyak mentah utama dunia yang juga meningkat tajam,” ujar Laode dalam siaran pers, Jumat (17/4).

Secara rinci, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Maret dibandingkan Februari mengalami peningkatan, sebagai berikut:

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik US$ 33,47 per barel dari US$ 68,79 per barel menjadi US$ 102,26 per barel
  • Harga Brent (ICE) meningkat US$ 30,23 per barel dari US$ 69,37 per barel menjadi US$ 99,60 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 26,47 per barel dari US$ 64,52 per barel menjadi US$ 91,00 per barel.
  • Dated Brent mengalami kenaikan US$ 32,73 per barel dari US$ 71,15 per barel menjadi US$ 103,89 per barel
  • Basket OPEC naik US$ 48,13 per barel dari US$ 67,90 per barel menjadi US$ 116,03 per barel (per 30 Maret).

Laode menyebut kenaikan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Perang ini berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk penghentian pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia. Selain itu, berbagai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah turut memperburuk kondisi pasokan.

Laode menyampaikan, konflik tersebut juga menyebabkan sejumlah gangguan produksi dan distribusi energi, antara lain terhentinya sementara produksi LNG di Qatar, gangguan operasional kilang minyak di Arab Saudi, serta penurunan produksi di beberapa negara seperti Kuwait dan Irak.

Tak hanya itu, beberapa fasilitas strategis seperti pelabuhan Basrah di Irak dan terminal energi di Uni Emirat Arab dilaporkan sempat menghentikan operasionalnya.

“Situasi geopolitik yang memanas menyebabkan penutupan pasokan global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak mentah secara signifikan,” ujarnya.

Selain itu, Laode mengatakan ancaman penutupan Selat Hormuz, serangan terhadap kapal tanker minyak, serta potensi meluasnya konflik ke berbagai fasilitas energi di kawasan Teluk Persia semakin memperkuat sentimen kenaikan harga di pasar internasional.

Laode mengatakan pemerintah akan terus mencermati dinamika harga minyak dunia untuk memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri tetap terjaga di tengah global. Pemerintah terus memantau perkembangan global serta mengambil langkah-langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...