PLN Targetkan 574 Proyek Prioritas Tetap Jalan Meski Hadapi Ketidakpastian

Mela Syaharani
18 April 2026, 09:28
PLN
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Petani membakar lahan dengan latar belakang Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) transmisi Jawa bagian timur dan Bali di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (5/9).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki 574 proyek prioritas yang harus dijalankan atau dieksekusi tahun ini. Total investasi yang diperlukan untuk mengerjakan proyek ini senilai Rp 291,9 triliun.

CEO PLN Engineering Chaerani Rahmatullah untuk memastikan proyek ini berjalan, perusahaan menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakpastian global, berupa perubahan harga logistik, nilai tukar mata uang, hingga harga minyak dunia.

“Ini memang menyebabkan tantangan untuk tender PLN. Tapi 574 proyek (tahun ini) sudah mulai proses pengadaan barang dan jasa,” kata CEO PLN Engineering Chaerani Rahmatullah dalam peluncuran Enlit Asia - Electricity Connect 2026, Jumat (17/4).

Dia menyebut walaupun ada tantangan namun proyek-proyek ini harus tetap dijalankan dan diselesaikan lebih awal. Hal ini menjadi upaya untuk mengatasi kerawanan sistem kemudian meningkatkan keandalan memenuhi permintaan serta mengurangi penggunaan BBM.

Total proyek prioritas tahun ini dibagi menjadi tiga jenis, yakni KIT 10.337 megawatt (mw) untuk 138 proyek, transmisi 14.533 kms atas 187 proyek, serta gardu induk 31.470 megavolt-ampere (mva) bagi 249 proyek.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 353 proyek sudah masuk proses pengadaan, 156 proyek telah memulai tahap konstruksi, kemudian 64 proyek masuk tahap pengoperasional komersial (COD).

Selain proyek prioritas, PLN juga harus mengembangkan 4.118 proyek senilai Rp 2.967 triliun yang tercantum dalam rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) periode 2025-2034 

Dalam pengembangannya PLN membagi pembangunan proyek air RUPTL menjadi empat bagian. Fase pertama telah dilakukan pada periode Oktober 2025 hingga Desember 2025, dalam rentang tersebut PLN telah meluncurkan 278 proyek senilai Rp 139,5 triliun.

Proyek fase pertama ini juga telah memasuki inisial tender. Tahun ini PLN juga memasuki fase kedua pengerjaan proyek RUPTL yang dimulai sejak Desember 2025 hingga Juni 2026. Periode tersebut PLN menargetkan ada 387 proyek yang akan diselesaikan.

“Fase kedua mulai 2026 proyek kami akan masuk tahap desain teknis ataupun penyusunan dokumen tender. Diharapkan tahun ini juga bisa terkontrak,” ujarnya.

Kemudian fase ketiga yakni sejak Maret 2026 hingga Juni 2027, ada 1907 proyek yang harus digarap. Adapun untuk fase ke empat ada 1546 proyek yang harus dikerjakan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...