UEA Keluar dari Keanggotaan, OPEC Terancam Sulit Kendalikan Pasar Minyak

Hari Widowati
29 April 2026, 08:32
OPEC, UEA, UEA keluar dari OPEC, harga minyak
Katadata
Uni Emirat Arab (UEA) secaa mengejutkan memutuskan keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau OPEC pada pekan ini.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Uni Emirat Arab (UEA) secaa mengejutkan memutuskan keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau OPEC pada pekan ini. Keputusan ini diperkirakan akan melemahkan pengaruh kartel dan pemimpinnya, Arab Saudi, di pasar minyak dunia dan bisa berdampak negatif terhadap harga minyak dalam jangka panjang.

UEA adalah anggota OPEC yang paling berpengaruh setelah Arab Saudi. Menurut Jorge León, Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy, UEA adalah salah satu dari sedikit anggota OPEC yang memiliki kapasitas produksi cadangan yang signifikan untuk memengaruhi harga dan menanggapi guncangan pasokan minyak dunia.

Kapasitas cadangan adalah produksi yang menganggur yang dapat diaktifkan dengan cepat untuk mengatasi krisis besar. Arab Saudi dan UEA bersama-sama mengendalikan sebagian besar total kapasitas cadangan dunia yang lebih dari 4 juta barel per hari, menjadikan mereka sangat berpengaruh selama periode kesulitan.

"Oleh karena itu, kepergian UEA menghilangkan salah satu pilar inti yang mendukung kemampuan OPEC untuk mengelola pasar. Akibatnya, OPEC akan menjadi lebih lemah secara struktural," kata León dalam sebuah catatan pada hari Selasa (28/4), seperti dikutip CNBC.

David Goldwyn, Utusan Khusus dan Koordinator Urusan Energi Internasional Departemen Luar Negeri AS periode 2009-2011, menilai hal ini juga merupakan pukulan bagi Arab Saudi karena melemahkan kemampuan mereka untuk mengelola OPEC sebagai sebuah organisasi.

"Riyadh masih akan memiliki kemampuan yang signifikan untuk mendisiplinkan pasar dengan kapasitas cadangannya sendiri, tetapi akan memiliki posisi yang lebih lemah sekarang karena UEA bukan lagi anggota," kata Goldwyn kepada CNBC.

UEA Tidak Mengaitkan Keputusannya dengan Perang di Iran

Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC pada Jumat (30/4) ini diambil setelah terjadi serangan rudal dan drone oleh sesama anggota OPEC, Iran. Serangan Teheran terhadap pelayaran di Selat Hormuz telah membatasi ekspor minyak UEA, mengancam fondasi ekonominya.

UEA tidak mengaitkan keluarnya mereka dengan perang tersebut. Menteri Energi UEA Suhail Al Mazrouei mengatakan kepada CNBC bahwa keluarnya UEA dilakukan pada waktu yang tepat untuk membatasi gangguan terhadap produsen lain dalam kelompok tersebut.

"Memang, keluarnya UEA kemungkinan tidak akan memengaruhi pasar dalam setahun ke depan karena selat tersebut tertutup," kata Goldwyn. Harga minyak berjangka tidak bereaksi signifikan terhadap pengumuman pada hari Selasa (28/4).

Pendiri Again Capital, John Kilduff, mengatakan keluarnya UEA dapat terbukti berdampak negatif di kemudian hari. Hal itu melemahkan kohesi yang dibutuhkan di antara para produsen untuk mencegah harga turun terlalu banyak selama kelebihan pasokan.

"UEA menginginkan kebebasan bertindak yang lebih besar untuk membuat keputusan produksi tanpa batasan dari OPEC dan untuk mencapai target kapasitas 5 juta barel per hari pada tahun 2027," kata Al Mazrouei dalam sebuah wawancara dengan CNBC, pada Selasa (28/4).

UEA Tertekan Pemotongan Produksi Minyak OPEC

Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, mengatakan UEA telah lama tertekan oleh pemotongan produksi minyak yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk menopang harga. UEA telah menyaksikan Irak dan Rusia, anggota OPEC+, secara rutin melampaui kuota mereka.

“Ketika konflik antara AS dan Iran berakhir dan Selat Hormuz dibuka kembali, saya memperkirakan UEA akan memproduksi minyak sebanyak mungkin, memanfaatkan kapasitas cadangan yang mereka miliki,” kata Lipow kepada CNBC.

Goldwyn memperkirakan Arab Saudi akan kehilangan kemampuan untuk menstabilkan harga di pasar jika permintaan minyak lemah dan terjadi surplus besar di masa depan.

“Ada risiko signifikan volatilitas harga minyak yang lebih tinggi sebagai akibat dari keputusan ini. Tetapi pada akhirnya, ketika kondisi pasar membutuhkan kerja sama, keluarnya UEA dari OPEC tidak mencegahnya untuk bekerja sama dengan OPEC,” ujar Goldwyn.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...