Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Turun 8,25% pada Kuartal I 2026
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat jumlah produksi minyak dan gas bumi sebesar 956 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) pada kuartal I 2026. Angka ini turun 8,25% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1.042 MBOEPD.
PHE menyebut, angka 956 ribu MBOEPD ini terdiri atas produksi minyak sebesar 494 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 2,75 miliar kaki kubik per hari (BSCFD).
Tak hanya produksi, dalam kuartal pertama kemarin PHE juga melakukan pemboran eksploitasi sebanyak 130 sumur. Menurut perusahaan, hal ini menunjukkan upaya dalam menjaga tingkat produksi. Selain itu, PHE juga melaksanakan kegiatan workover pada 261 sumur dan well service pada 6.124 sumur.
“Kami akan terus meningkatkan efisiensi operasi, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pencapaian target produksi dan penemuan cadangan baru,” kata Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen dalam siaran pers, dikutip Selasa (5/5).
Di bidang eksplorasi, PHE telah dilakukan pemboran sebanyak 8 sumur eksplorasi hingga Maret 2026. Kegiatan survei seismik juga terus berjalan, dengan realisasi seismik 2D sepanjang 0,09 km dan seismik 3D seluas 914 km². Hal ini dilakukan guna mendukung penemuan potensi sumber daya baru.
Upaya eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya 2C sebesar 6,7 juta barel setara minyak (MMBOE). Sementara itu, terdapat pula penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 3,4 MMBOE, yang menjadi indikator positif dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Hermansyah menyebut perusahaan berkomitmen untuk menjaga momentum kinerja hingga akhir tahun. “Kami akan terus meningkatkan efisiensi operasi, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pencapaian target produksi dan penemuan cadangan baru,” ujarnya.
Menurut perusahaan, capaian ini mencerminkan komitmen PHE dalam mempertahankan kinerja produksi sekaligus memperkuat fondasi cadangan energi di masa depan. Ke depan, berbagai upaya optimalisasi dan eksplorasi akan terus ditingkatkan guna mendukung ketahanan energi nasional.
