Mubadala Targetkan Keputusan Akhir Investasi Sumur Tangkulo Rampung Tahun Ini

Mela Syaharani
20 Mei 2026, 13:39
Mubadala, investasi, migas
Mubadala Energy
Mubada Energy menargetkan keputusan investasi akhir (FID) untuk pengembangan Sumur Tangkulo-1 bisa rampung tahun ini.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mubadala Energy mengatakan keputusan akhir investasi (FID) Sumur Tangkulo-1 di Blok South Andaman ditargetkan rampung tahun ini. Sumur ini memiliki potensi cadangan gas alam (gas in place) lebih dari 2 TCF.

Mubadala Energy adalah pemegang net areal terbesar di wilayah lepas pantai bagian utara Pulau Sumatra. Perusahaan yang berkantor pusat di Abu Dhabi ini memiliki 80% working interest di Blok South Andaman.

“FID Tangkulo ditargetkan (selesai) tahun ini, dengan produksi gas pertama diharapkan pada akhir dekade ini,” kata CEO Mubadala Energy, Mansoor Mohammed Al Hamed, dalam acara IPA CONVEX ke-50 Tahun 2026, di Tangerang Selatan, Rabu (20/5).

Sumur Tangkulo-1 merupakan salah satu temuan gas besar di lepas pantai Sumatra pada 2024. Sumur ini berlokasi sekitar 65-kilometer lepas pantai bagian utara Pulau Sumatra, Indonesia

Penemuan ini merupakan sumur laut dalam kedua yang dioperasikan oleh Mubadala Energy. Sumur Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter di kedalaman laut 1.200 meter, hanya beberapa bulan setelah penemuan besar gas 6 TCF di sumur Layaran-1, yang masih berada di Blok South Andaman.

“Penemuan multi-TCF kami di Laut Andaman, Layaran dan Tangkulo, termasuk di antara penemuan gas terbesar terbaru di Asia,” ujarnya.

Buka Peluang Pengelolaan Lapangan Migas Baru

Di tempat terpisah Regional Director of Communications Mubadala, Varian Ignatius, mengatakan Mubadala melihat banyak potensi migas di Indonesia. Ia menyebut Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi perusahaannya.

“Kami memiliki tiga temuan, yang terbaru adalah Southwest Andaman sekitar dua bulan lalu. Jadi, ketika nanti masuk tahap produksi, hal ini akan menjadikan kami salah satu produsen terbesar di Indonesia,” ucap Varian saat perhelatan IPA CONVEX.

Dia mengatakan Mubadala juga membuka peluang pengelolaan lapangan migas lainnya di Indonesia. 

“Kami terbuka, jika ada peluang lain maka kami akan melihatnya,” ujarnya.

Dengan potensi yang besar, Varian menilai, Indonesia masih mungkin mencapai target produksi 1 juta barel minyak dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...