Pemerintah Uji Coba CNG Alternatif Elpiji Tahun Ini, Dimulai dari Jawa

Image title
Oleh Metta Melani L
21 Mei 2026, 08:21
lpg, elpiji, cng,
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
Petugas mengisi tabung dengan Compressed Natural Gas (CNG) yang akan didistribusikan ke pelanggan di kawasan Mengwi, Badung, Bali, Jumat (4/11/2022).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM akan memulai proyek percobaan (pilot project) penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif LPG di Indonesia. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan, percobaan ini berpotensi dilakukan pada akhir tahun.

“Piloting kami targetnya dilakukan di kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya,” kata Laode saat ditemui di IPA Convex ke 50 di Tangerang, Banten, Rabu (20/5).

Sebelum uji coba, pemerintah akan melakukan pengujian aspek keselamatan tabung dan proses tabung sampai di Indonesia dalam tiga bulan ke depan. Ketika aspek keselamatannya sudah bisa dijamin, maka pemerintah akan menerbitkan SNI lalu melakukan piloting.

Kementerian ESDM akan melakukan impor tabung CNG dari Cina, karena membutuhkan alat khusus untuk pengujian. Pengimporan tabung ini akan dilakukan oleh calon badan usaha yang akan mendistribusikan CNG. Laode mengatakan, impor ini dilakukan minimal dengan pemesanan 100 ribu unit tabung.

Laode enggan memerinci calon badan usaha yang akan menangani CNG. Hal ini belum bisa diungkapkan, karena pemerintah masih berfokus menyiapkan skema bisnis.

Dia mengatakan ketika tabung CNG akhirnya digunakan masyarakat, maka masa skema yang diterapkan mirip seperti LPG. Badan usaha akan meminjamkan tabung CNG kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak membeli tabung, karena tabung itu milik badan usaha. Bentuknya isi ulang, sama dengan LPG,” ujarnya.

Alasan Impor Tabung

Kementerian ESDM menyampaikan alasan impor tabung CNG, yakni karena membutuhkan teknologi tinggi. Laode mengatakan, saat ini ada banyak negara yang memiliki teknologi untuk membuat tabung CNG, salah satunya Cina.

“CNG itu teknologi tinggi. Saat ini yang mampu membuat tabung itu teknologi dari luar negeri, Indonesia belum,” kata Laode di Kementerian ESDM, Senin (18/5). Jika pengembangan CNG sudah masif, produksi tabungnya akan dialihkan ke dalam negeri.

Ia sebelumnya mengatakan rencana pengembangan CNG 3 kilogram bukan untuk menggantikan keberadaan LPG 3 kg subsidi. Direktur Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan CNG hanya difungsikan sebagai alternatif.  

“Kalau pengganti, artinya masif dan besar kan?! CNG ini hanya alternatif, karena pengembangannya ada tahapan-tahapan,” kata Laode, pekan lalu (13/5).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...