Kementerian ESDM: Mati Listrik di Sumatra karena Sambaran Petir
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan padamnya listrik dalam skala besar atau blackout di Sumatra disebabkan sambaran petir yang mengganggu jaringan transmisi PT PLN (Persero).
Yuliot mengatakan, salah satu jaringan transmisi di Merangin mengalami kendala usai tersambar petir, akibatnya mengganggu sistem kelistrikan di daerah itu.
“Itu kan ada kesambar petir di Merangin. Dengan adanya sambaran petir tersebut, itu kan berdampak terhadap kestabilan sistem,” kata Yuliot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5).
Yuliot menjelaskan, secara teknis daya di Sumatra bagian Utara mayoritas dialirkan dari Selatan Sumatra. Hal inilah yang menjadi penyebab blackout.
“Jadi kalau kita lihat dari kejadiannya sendiri, ini secara teknis itu kan untuk daya yang ada di Sumatra bagian Utara, ini kan relatif itu lebih banyak juga dialirkan dari Selatan. Pada saat itu ada kejadian, sehingga seluruh sistem itu terjadi blackout,” kata dia.
Pasokan Listrik Sumatra Kembali Normal
Di sisi lain, ia mengatakan, pasokan listrik di wilayah Sumatra telah kembali normal. PLN terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan secara berkala mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), geotermal, hingga gas.
“Secara teknis, PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam. Dan itu kita lakukan, kami dari Kementerian ESDM menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek. Itu alhamdulillah dalam jangka waktu, ya, ini sesuai dengan apa yang kita koordinasikan dengan PLN itu bisa full 100%,” katanya.
Yuliot menyebutkan, Kementerian ESDM meminta PLN untuk memperbaiki sistem dan memasang arde di wilayah-wilayah yang rawan mengalami gangguan.
Selain itu, PLN juga diminta untuk memastikan adanya kesimbangan suplai pembangkit listrik di setiap daerah.
“Jadi daerah-daerah mengalirkan listriknya dari daerah yang ini cukup jauh, ya seperti dari Selatan ke Utara. Jadi justru memerlukan waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Jadi untuk ke depan, itu ya kita evaluasi untuk segala perbaikan yang dilakukan. Sudah (pulih) 100%,” kata Yuliot.
