Implementasi B50 akan Dilakukan Awal Bulan Ini, Tunggu Restu Prabowo
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan implementasi biodiesel 50% atau B50 dilakukan pada awal Juli 2026.
Biodiesel adalah bahan bakar alternatif terbuat dari minyak nabati atau hewani yang dapat digunakan untuk menggantikan solar pada mesin diesel. Indonesia saat ini menerapkan campuran biodiesel 40% atau B40, dan akan meningkatkan persentasenya menjadi B50.
“B50 itu peresmiannya direncanakan Juli, tapi tidak tanggal 1, masih menunggu jadwal Presiden,” kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di kantornya, Selasa (30/6).
Dia menyebut implementasi B50 ini rencananya akan dilakukan di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Anggia mengatakan ketika program B50 diresmikan oleh Presiden maka bahan bakar nabati ini akan diimplementasikan secara serentak di seluruh SPBU.
Dia menyampaikan pemerintah telah menyiapkan seluruh fasilitas mulai dari hulu hingga hilir untuk B50, termasuk SPBU dan lokasi pencampurannya.
“Semua sudah siap, termasuk untuk distribusinya sehingga kebijakan serentak Juli ini bisa langsung diimplementasikan sesuai dengan arahan Presiden,” ujarnya.
Meski B50 akan diimplementasikan awal Juli, hal ini tidak jadi dilakukan berbarengan dengan kebijakan mandatory atau kewajiban etanol 5% (E5) dalam bahan bakar. Menurutnya pemerintah saat ini masih dalam tahap menyiapkan seluruh aspek, termasuk pasokan etanolnya.
“Pak Menteri ESDM tidak mau nanti etanolnya impor lagi, jadi nanti produksi semuanya di dalam negeri,” ucapnya.
Masa Transisi 3 Bulan
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, akan ada masa transisi hingga 3 bulan sejak implementasi B50 dimulai.
“Masa transisi itu dilakukan untuk menghabiskan stok (B40). Kalau di kilang-kilang masih ada B40, nanti bisa blending dengan B50 jadi spesifikasinya sedikit berbeda. Nah ini yang kami berikan masa transisi,” kata Bahlil saat ditemui dalam acara Energy Forum, Kamis (25/6).
Eniya mengatakan, Pertamina akan menghabiskan seluruh stok B40 dalam dua bulan. Secara keseluruhan, ada 30 badan usaha BBM yang akan melakukan blending biodiesel ini. Namun dua distributor BBM yang memiliki porsi terbesar adalah Pertamina dan AKR yang memiliki kontribusi mencapai 70%.
Dia menyampaikan masa transisi ini dilakukan dari 1 Juli hingga 30 September 2026. Adapun pada 1 Oktober 2026, seluruh titik dan perusahaan akan menjual B50.
“Jika ada perusahaan yang mungkin tidak bisa menepati atau melakukan blending ya nanti per 1 Januari itu akan diberikan peringatan, diberikan sanksi administratif,” ujarnya.
