Pertamina Telah Rampingkan 31 Entitas Bisnis hingga Semester 1 2026
PT Pertamina (Persero) telah merampingkan 31 entitas bisnis perusahaan hingga semester 1 2026. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan langkah ini bagian dari transformasi Pertamina sejalan dengan arahan Pemerintah dan Danantara.
“Tujuan akhirnya adalah penguatan ketahanan energi nasional, pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” kata Agung dalam siaran pers, dikutip Sabtu (4/7).
Dia menyebut perampingan ini dilakukan melalui aksi merger, divestasi bisnis, dan likuidasi entitas non aktif khususnya di sektor hulu migas. Pertamina juga menata dan merampingkan struktur grup, sehingga meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, efisiensi serta kualitas tata kelola.
“Walaupun selama ini tidak ada pengeluaran baik operasional dan gaji direksi komisaris, namun entitas bisnis hulu migas tetap kami likuidasi sebagai bagian dari upaya merapikan struktur Pertamina Group,” ujarnya.
Agung mengatakan, perampingan ini sesuai dengan arahan Presiden dalam Inpres No.7 Tahun 2026 tentang percepatan program penataan BUMN dan/atau anak usaha BUMN.
Agung mengatakan program streamlining tidak berhenti pada aksi korporasi saja, namun juga mencakup transformasi untuk meningkatkan keunggulan, memperkuat kualitas tata kelola dan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, dalam mengelola program streamlining ini, Pertamina memastikan setiap proses yang dilakukan dan keputusan yang diambil memenuhi prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
Pertamina juga meminta pendampingan dari penegak hukum hingga auditor dalam perampingan ini. Mereka juga berkoordinasi dengan Dadanntara hingga serikat pekerja dalam perampingan tersebut. , semakin memperkuat komitmen Pertamina dalam penataan anak usaha.
“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas dukungan dan masukan yang telah diberikan untuk memastikan program streamlining ini tidak hanya dilakukan dengan benar, namun juga mencapai value creation yang ditargetkan,” kata Baron.
