Profil Blok Masela, Proyek LNG Abadi Rp 361 Triliun yang Mangkrak 27 Tahun

Kamila Meilina
15 Juli 2026, 18:20
Ilustrasi Proyek LNG Abadi Blok Masela
Ilustrasi AI
Ilustrasi Proyek LNG Abadi Blok Masela
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Penantian panjang selama hampir 27 tahun akhirnya berbuah hasil. Pemerintah akan memulai pembangunan fisik Proyek Abadi Blok Masela, salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar US$20 miliar atau lebih dari Rp 361,3 triliun (kurs Rp18.000 per dolar AS).

Proyek yang berlokasi di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri gas nasional. Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Masela sendiri telah ditandatangani sejak 1998, namun proyek mengalami perjalanan panjang akibat perubahan skema pengembangan, pergantian mitra, hingga penyesuaian desain proyek.

Melansir laman resmi INPEX, operator proyek, INPEX melalui INPEX Masela Ltd, saat ini menguasai 65% hak partisipasi, sementara PT Pertamina Hulu Energi Masela memegang 20% dan Petronas Masela Sdn. Bhd. memiliki 15%.

Blok Masela mengembangkan Lapangan Gas Abadi yang diperkirakan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik gas untuk kebutuhan domestik setiap hari, serta menghasilkan kondensat hingga sekitar 35 ribu barel per hari.

Proyek Blok Masela mengolah gas alam dari bawah laut hingga menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) yang siap dipasarkan. Prosesnya dimulai dari sumur gas di dasar Laut Arafura yang terhubung ke fasilitas produksi terapung atau Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) melalui jaringan pipa bawah laut.

Di FPSO, gas dipisahkan dari kondensat. Kondensat kemudian dikirim ke kapal tanker, sedangkan gas dialirkan ke daratan melalui pipa gas (Gas Export Pipeline/GEP).

Setibanya di darat, gas diolah di pabrik LNG (Onshore LNG Plant) menjadi gas alam cair (LNG) agar lebih mudah disimpan dan diangkut ke pasar dalam maupun luar negeri.

Selain menjadi salah satu proyek LNG terbesar di Asia, Proyek Abadi juga dirancang sebagai proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal operasi. 

Teknologi itu digunakan untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida (CO?) yang dihasilkan selama proses produksi gas sehingga dapat mendukung target pengurangan emisi sekaligus meningkatkan daya saing proyek dalam jangka panjang.

Tertunda 27 Tahun 

Perjalanan proyek ini tidak berlangsung mulus. Setelah penemuan Lapangan Gas Abadi, pemerintah sempat menyetujui rencana pengembangan awal. Namun, konsep proyek kemudian mengalami perubahan besar, termasuk keputusan membangun fasilitas LNG di darat (onshore) dan memasukkan teknologi CCS dalam revisi Plan of Development (PoD). Pemerintah akhirnya menyetujui revisi tersebut pada 2023. 

Pada 2023 salah satu mitra utama dalam proyek, Shell Upstream Overseas Ltd. juga tercatat henkang dari proyek Blok Masela. Perusahaan migas itu menuntaskan divestasi kepemilikan 35% hak partisipasinya setelah mendapat persetujuan pengalihan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tepatnya pada Oktober 2023. 

Posisi ini digantikan dengan masuknya mitra strategis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) yang bermitra dengan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. 

Pekerjaan Front End Engineering and Design (FEED) kemudian dimulai pada Agustus 2024 sebagai persiapan menuju keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID).

INPEX menyebut proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pemasok utama LNG di kawasan Asia. Selain memenuhi kebutuhan gas domestik Indonesia yang terus meningkat, produksi LNG dari Blok Masela juga akan dipasarkan ke negara-negara Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Asia Selatan yang diperkirakan masih mengalami pertumbuhan permintaan gas alam sebagai bagian dari transisi energi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...