Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development Project Mulai Dibangun

Mela Syaharani
23 Juli 2026, 20:14
gas, skk migas
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww/Spt.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, fasilitas ini digunakan untuk proyek North Hub Development Project di Selat Makassar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pembangunan fasilitas pengolahan gas terapung (FPSO) Bahtera Haluan Lestari dimulai pada hari ini, Kamis (23/7). Proses pembangunan ditandai dengan pemotongan baja perdana di Pulau Karimun, Kepulauan Riau. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, fasilitas ini digunakan untuk proyek North Hub Development Project di Selat Makassar. Proyek ini dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan antara Eni dan Petronas.

"Ini pembangunan FPSO pertama dan selanjutnya pada tahun depan kami akan mengadakan acara serupa lagi untuk pembangunan FPSO yang kedua. Besarnya kira-kira sama," kata Djoko dalam acara peresmian, Kamis (23/7).

Berdasarkan data perusahaan, FPSO ini memiliki tiga bagian pemrosesan dengan kapasotas pengolahan uang berbeda. Untuk kapasitas pengolahan gas sebesar 1 bscfd atau 1.000 mmscfs, sementara fasilitas pengolahan kondensat mencapai 80 ribu barel per hari, dan fasilitas penyimpanan sebanyak 1,4 juta barel. Fasilitas ini memiliki panjang sekitar 300 meter dengan lebar 45 meter. 

Dia menyebut North Hub merupakan proyek strategis nasional yang ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV 2028.

Djoko menyampaikan, poyek ini mengintegrasikan pengembangan lapangan Gang North dan lapangan Gehem di Cekungan Kutai lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek North Hub memiliki total nilai investasi sekitar US$ 15 miliar. Dari jumlah tersebut, dana yangg dibutuhkan untuk pembangunan FPSO sebesar US$ 3 miliar, sedangkan sisanya digunakan untuk belanja modal.

Menurutnya, proyek ini menjadi salah satu investasi hulu migas terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia.

Dia menyebut, pengembangan proyek North Hub berada sekitar 2000 meter di kedalaman laut. "Menjadikan fasilitas produksi pertama di perairan ultra dalam atau ultra deep water yang akan dibangun di Indonesia," ujarnya.

Djoko mengatakan, pengembangan proyek North Hub Development secara keseluruhan menunjukkan kemajuan pesat. Dalam waktu yang relatif singkat, proyek ini telah mencapai berbagai tonggak penting milestone dari mulai ditemukannya gas 2023. 

"Kemudian tahun berikutnya POD selesai 2024 kemudian 2025 itu FEED-nya selesai dan juga FID-nya selesai di awal atau bulan Maret 2026," ucapnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...