Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Anjlok 10% pada Semester I 2026
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan jumlah produksi migas mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (mboepd). Angka ini turun 10,10% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari.
Secara rinci, jumlah produksi semester I 2026 terdiri atas dua unsur, yakni produksi minyak sebesar 459 ribu barel per hari (bph) dan produksi gas sebesar 2.756 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen mengatakan catatan kinerja paruh pertama 2026 merupakan hasil komitmen seluruh pihak.
“Kami terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset eksisting dan pengembangan potensi sumber daya baru agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap ketahanan energi nasional," ujar Hermansyah dalam siaran pers, Selasa (28/7).
Tak hanya produksi, dalam periode tersebut PHE telah menyelesaikan pengeboran 278 sumur eksploitasi, melaksanakan 601 kegiatan workover, serta 13.870 kegiatan well service. Dia menyebut hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keandalan aset dan mempertahankan tingkat produksi.
Di sisi eksplorasi, PHE telah menyelesaikan pengeboran 9 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 2.848 kilometer persegi. Aktivitas tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (mmboe) serta penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 24,9 mmboe.
Hermansyah menyebut PHE akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas melalui percepatan eksekusi program pengeboran, penerapan teknologi, serta peningkatan efisiensi operasi agar dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan negara.
"Berbagai capaian yang diraih hingga pertengahan tahun ini menjadi fondasi yang baik untuk menyelesaikan program kerja tahun 2026. Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif melalui eksekusi program yang disiplin, pengelolaan risiko yang baik, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional," katanya.
Dia menyebut perusahaan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
Capaian Tahun 2025
Sepanjang tahun lalu PHE mencatat telah memproduksi minyak dan gas bumi sebanyak 1,03 juta barel setara minyak per hari (mboepd). Angka ini terdiri atas produksi minyak 557 ribu barel per hari (bph) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd).
Di saat yang sama PHE juga telah melaksanakan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan. Di sisi eksplorasi, PHE melakukan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur. Hal ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas.
Pada 2025, sub-holding hulu migas Pertamina ini juga menemukan sumber daya migas kategori 2C sebesar 1.097 juta barel setara minyak (mmboe), dengan kontribusi terbesar dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Sementara itu penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 juta mmboe.
