Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Tahap Kedua Mulai Berjalan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proses impor tahap dua minyak mentah (crude) asal Rusia sudah mulai berjalan. Kendati demikian, Bahlil tidak menyebut berapa volume impor tahap kedua tersebut.
“Tahap kedua sedang berjalan, nanti kami membuat kontak jangka panjang,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (5/8).
Bahlil menyatakan impor minyak mentah tahap pertama sudah tiba di Indonesia, namun tidak menjelaskan rincian volume impornya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan bahwa kegiatan impor minyak mentah Rusia ini dilakukan oleh negara, bukan Pertamina.
Impor tersebut dilakukan melalui skema kerja sama antar pemerintah atau government to government (G2G). Pembelian minyak asal Rusia itu melalui Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM.
“Negara kita kan menganut asas (politik luar negeri) bebas-aktif. Kita tidak mendikte negara lain, dan mereka juga tidak boleh mendikte kita. Independensi negara harus kita jaga sebagai bagian dari pengabdian kepada Ibu Pertiwi,” ujarnya.
Dia menyebut ketika impor crude sudah sampai di Indonesia, maka negara akan membagi sesuai kebutuhan, untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Impor Minyak Mentah dari Rusia Tahap 1
Bloomberg bulan lalu melaporkan bahwa 770 ribu barel minyak mentah asal Rusia telah dikirim dari Kozimo Rusia menggunakan kapal tanker Sierra pada 29 Juni.
Berdasarkan data kepabeanan yang dihimpun Big Trade Data, nilai impor minyak mentah ini mencapai US$ 75 juta. Minyak tersebut dikirim ke Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bloomberg menyebut pengiriman ke Balikpapan ini merupakan transaksi pertama yang dilakukan setelah kedua negara mencapai kesepakatan impor pada April lalu. Langkah ini menjadi indikasi bagaimana Moskow memanfaatkan konflik Iran untuk memperluas basis pelanggannya.
Pembelian minyak mentah Rusia telah menjadi sorotan sejak invasi mereka ke Ukraina pada awal 2022. Hal ini mendorong negara-negara Eropa hingga Amerika Serikat memberlakukan berbagai pembatasan guna menekan pendapatan Moskow dan mengakhiri perang. Lonjakan harga minyak akibat perang Iran justru menjadi keuntungan bagi Rusia dalam hal tersebut.
Pengiriman ke Indonesia ini merupakan yang pertama sejak kesepakatan pasokan hingga 150 juta barel dicapai setelah kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Moskow. Indonesia sebenarnya pernah mengimpor minyak mentah Rusia sebelumnya.
Data pelacakan kapal tanker menunjukkan adanya arus pengiriman secara sporadis pada tahun ini maupun tahun lalu. Pasokan tersebut umumnya berasal dari pesisir timur Rusia yang memproduksi jenis minyak seperti Sakhalin dan ESPO Blend.
Berdasarkan data kepabeanan, eksportir pengiriman tersebut adalah Silkroute Shipping & Chartering Pte, perusahaan yang berbasis di Singapura. Perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Silkroute juga tampaknya tidak memiliki situs web, dan tidak mencantumkan informasi kontak dalam daftar publik perusahaan yang terdaftar di Singapura.
