Bahlil Optimistis Realisasi PNBP Migas dan Minerba Bakal Melampaui Target 2026

Mela Syaharani
11 Agustus 2026, 19:22
Bahlil, PNBP, Minerba, migas
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.
Foto udara sejumlah alat berat beraktivitas di area pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (28/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor mineral dan batu bara (minerba) serta migas akan melampaui target tahun ini. Pada 2026, pemerintah telah menargetkan jumlah PNBP yang harus disumbang dari seluruh sektor ESDM sebanyak Rp 136,18 triliun.

Insya Allah target PNBP dari sektor minerba maupun migas di akhir tahun pasti akan melebihi target. Sudah saya pastikan akan lebih,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian Keuangan, Selasa (11/8).

Kementerian ESDM sebelumnya mengatakan realisasi PNBP sebesar Rp 96,26 triliun pada periode Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut telah mencapai 70,69% dari target tahun ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan setoran PNBP dari Kementerian ESDM memang harus lebih dari target.

“Harusnya lebih, kami akan dorong-dorong Pak Bahlil agar (realisasinya) bisa lebih dari 100% (target),” ujarnya.

Sepanjang 2025, realisasi PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp 138,40 triliun. Jumlah ini melampaui target sebesar Rp 127,48 triliun. 

Dia mengatakan angka ini berjalan bersamaan dengan upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan, yang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Minerba Sumbangkan PNBP Terbanyak

Kementerian ESDM menyebut dari jumlah PNBP tahun lalu, sektor penyumbang terbesar berasal dari minerba yang mencapai 104,38% dari target, SDA panas bumi sebesar 103,4%, serta sektor lainnya yang melonjak hingga 311,05%. 

Terkait sektor migas, realisasi PNBP yang dicatatkan melalui Kementerian Keuangan mencapai 83,7% dari target. Bahlil menjelaskan bahwa tidak tercapainya target PNBP subsektor migas, karena disebabkan oleh faktor harga minyak mentah (ICP) yang jauh di bawah asumsi makro yang ditetapkan pada 2025.

"Saya harus menyampaikan di dalam asumsi makro APBN kita, harga ICP itu US$ 82 per barel. Namun kenyataannya rata-rata sejak dari Januari sampai 31 Desember 2025 rata-rata harga minyak dunia itu US$ 68 per barel," ujarnya pada awal tahun ini.

Kendati demikian, Bahlil mengatakan kinerja sektor migas menunjukkan tren positif di mana lifting minyak bumi nasional rata-rata tahun 2025 mencapai 605,3 MBOPD atau 100,05%  dari target APBN. Capaian lifting ini menjadi catatan bersejarah karena merupakan capaian pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir yang mencapai target APBN.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...