Harga Minyak Dunia Turun Jelang Pengumuman Sanksi Ekonomi AS ke Iran

Hari Widowati
24 Agustus 2026, 10:15
harga minyak, Iran, sanksi ekonomi AS
REUTERS
Harga minyak dunia turun pada perdagangan hari Senin (24/8) pagi. Para investor menunggu pengumuman dari Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengenai sanksi ekonomi terberat yang pernah diterapkan terhadap Iran.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak dunia turun pada perdagangan hari Senin (24/8) pagi. Para investor menunggu pengumuman dari Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengenai sanksi ekonomi terberat yang pernah diterapkan terhadap Iran. Di sisi lain, Teheran menepis ancaman peningkatan tekanan ekonomi.

Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan harga minyak AS, turun sekitar 1,3% menjadi US$ 85,93 per barel. Adapun harga minyak mentah Brent, acuan internasional, turun 1,24% menjadi US$ 93,22 per barel.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan akan mengumumkan paket sanksi baru terhadap Iran pada hari Senin (24/8) waktu setempat.

"Saat fajar menyingsing, dimulailah 'Hari H' serangan ekonomi dan finansial terbesar yang pernah dikerahkan terhadap pihak lawan," ujar Bessent dalam sebuah unggahan di platform X, seperti dikutip CNBC.

Pekan lalu, Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa Washington berniat "meruntuhkan" Republik Islam Iran dengan "sanksi terberat dalam sejarah," seiring upaya pemerintahan Trump untuk mendesak sekutu AS dan negara-negara lain agar memutus hubungan ekonomi dengan Teheran.

Pengumuman ini menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk meluncurkan operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun yang ditujukan kepada Iran. Trump juga memperingatkan adanya penalti finansial berat bagi negara-negara yang membantu Teheran menghindari sanksi. Trump menyebut upaya tersebut sebagai "Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Iran menanggapi ancaman tersebut dengan sikap tegas. Laporan media pemerintah Iran menyebut Korps Garda Revolusi Islam menyatakan Teheran memiliki cara untuk menangkal dampak buruk dari perang yang dilancarkan musuh dan dapat dengan mudah menjalin hubungan ekonomi dengan berbagai negara.

Harga Minyak akan Tetap Fluktuatif

Commonwealth Bank of Australia memperkirakan harga minyak akan tetap fluktuatif pada paruh kedua tahun ini. Pelaku pasar mempertimbangkan apakah upaya Washington untuk mengisolasi Iran secara ekonomi akan berhasil dan bagaimana Teheran dapat meresponsnya.

"Tidak jelas apakah kebijakan AS untuk mengisolasi Iran secara ekonomi akan terbukti efektif. Namun jika tindakan AS berhasil sebagaimana mestinya, kemampuan Iran untuk merespons melalui peningkatan kekerasan menjadi risiko yang semakin besar untuk dipertimbangkan oleh pasar energi," kata CBA dalam sebuah risetnya, pada hari Senin (24/8).

CBA juga memperkirakan minyak mentah Brent akan diperdagangkan antara US$ 70 dan US$ 100 per barel pada paruh kedua tahun 2026. Bank tersebut mengatakan harga minyak bisa turun ke dasar kisaran tersebut jika aliran minyak melalui Selat Hormuz sedikit pulih.

CBA juga memperkirakan hanya 50% hingga 60% dari pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz sebelum perang akan cukup untuk menghidupkan kembali ekspektasi pasar global yang kelebihan pasokan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...