Harga Minyak Turun 2,7% di Tengah Perundingan Iran dan Oman soal Selat Hormuz

Mela Syaharani
26 Agustus 2026, 09:29
Kapal-kapal tampak berada di Selat Hormuz, sepert terlihat dari Musandam, Oman, 1 Juni 2026.
REUTERS
Kapal-kapal tampak berada di Selat Hormuz, sepert terlihat dari Musandam, Oman, 1 Juni 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak acuan dunia turun dalam tiga hari berturut-turut, di tengah perundingan Iran dan Oman yang membahas rencana untuk kembali membuka jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.

Pada Rabu (25/8), harga Brent turun 2,7% menjadi US$ 86,22 per barel pada pukul 09.40 waktu Singapura. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 2,4% menjadi US$ 80,36 per barel.

Harga minyak mentah turun sepanjang pekan ini seiring upaya diplomatik mulai menunjukkan perkembangan dan ancaman eskalasi militer kembali mereda. Sementara itu, sanksi terbaru Washington terhadap Teheran tidak sampai pada langkah yang lebih keras terhadap negara-negara mitra dagang, termasuk Cina, yang merupakan pembeli terbesar minyak mentah Iran.

Kendati demikian, kontrak berjangka minyak masih naik lebih dari 40% sepanjang tahun ini, ketika konflik AS-Iran yang mengganggu pasokan dari kawasan Teluk Persia mendekati enam bulan.

“Sepertinya harga minyak mentah kini mulai memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai lebih cepat. Sebagian minyak masih dapat melewati selat tersebut, Iran dan AS kemungkinan besar sedang memasuki fase deeskalasi baru karena kedua pihak tengah mencari jalan keluar dari konflik,” kata Wakil Presiden senior bidang perdagangan di BOK Financial Securities Inc. Dennis Kissler, dikutip dari Bloomberg, Rabu (26/8).

Perundingan teknis antara Iran dan Oman akan dilanjutkan dengan tujuan mencapai kesepakatan mengenai koridor maritim permanen, masa depan pengelolaan selat, mekanisme pertukaran informasi, pengaturan lalu lintas, dan penyediaan layanan maritim serta keamanan terkait.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kedua pihak akan menggelar perundingan lanjutan untuk menegosiasikan rute permanen baru dalam 30 hingga 60 hari bagi pelayaran melalui jalur perairan vital tersebut.

Gharibabadi menyebut kedua pihak telah menyepakati rute sementara, tetapi tidak menjelaskan kapan tahap berikutnya untuk membahas rute permanen akan dimulai.

Di sisi lain, AS tengah bersiap untuk mengembalikan para diplomatnya ke kedutaan-kedutaan di Timur Tengah yang sebelumnya dievakuasi sebelum dan selama perang. Langkah tersebut mengindikasikan bahwa Washington tidak memperkirakan konflik berskala penuh akan kembali terjadi.

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 4,2 juta barel pada pekan lalu. Jika angka tersebut dikonfirmasi melalui data resmi yang akan dirilis pada Rabu, kenaikan itu akan menjadi peningkatan persediaan mingguan untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...