Wamen ESDM Sebut Harga Pertamax Tetap Ikuti Harga Pasar

Mela Syaharani
2 September 2026, 13:13
Pertamax, BBM non-subsidi, harga BBM
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/bar
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax kepada konsumen di SPBU Ayasa Majapahit, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan mengikuti harga pasar. Saat ini harga Pertamax tidak naik meski empat produk BBM non-subsidi lainnya mengalami lonjakan harga.

“Jadi, kalau Pertamax itu prinsipnya sesuai dengan harga pasar,” kata Yuliot saat ditemui usai Indonesia EBTKE Conference & Exhibition 2026, Rabu (2/9).

PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax Green 95 dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter. Harga terbaru Pertamax Green 95 itu menunjukkan kenaikan sebesar Rp 2.550 per liter atau 15,36%.

Kenaikan ini berlaku mulai 2 September 2026 pukul 00.00 WIB. Perusahaan sebelumnya telah menaikkan harga produk BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, pada Selasa (1/9).

“(Terkait Pertamax) mungkin (bisa ditanyakan ke) kepala Badan Pengatur Hilir Migas atau Pertamina. (Sebetulnya) harga BBM itu kan melihat harga rata-rata, dari situ bisa dikira-kira berapa BPP dan margin untuk Pertamina,” ujarnya.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora sebelumnya mengatakan, penyesuaian harga BBM non-subsidi tersebut tidak mengubah komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kualitas produk dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen.

“Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk menggunakan produk BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar dapat memberikan performa yang optimal,” ujar Kitty dalam siaran pers, Rabu (2/9).

Mengacu pada Formula yang Ditetapkan Pemerintah

Dia sebelumnya mengatakan penyesuaian harga diputuskan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah. Perubahan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor relevan lainnya termasuk tingkat daya beli masyarakat pengguna BBM tersebut.

Adapun daftar harga BBM Pertamina per 2 September 2026 sebagai berikut:

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 18.300 naik menjadi Rp 19.600 per liter  
  • Dexlite: Rp 19.700 naik menjadi Rp 23.700 per liter 
  • Pertamina Dex: Rp 21.150 naik menjadi Rp 25.200 per liter 
  • Pertamax (RON 92) harganya tetap Rp 15.950/liter  
  • Pertamax Green 95 dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter
  • Pertalite (subsidi) harganya Rp 10.000 per liter  
  • Biosolar (subsidi) harganya Rp 6.800 per liter

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...