Malaysia Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Berapa Selisih Harganya dengan RI?

Mela Syaharani
4 September 2026, 14:19
Pekerja melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kepada konsumen di SPBU Lamnyong, Banda Aceh, Aceh, Selasa (1/9/2026). PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 1 September 2026, dengan ha
ANTARA FOTO/Akramul Muslim/wsj.
Pekerja melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kepada konsumen di SPBU Lamnyong, Banda Aceh, Aceh, Selasa (1/9/2026). PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 1 September 2026, dengan harga Pertamax Turbo naik dari Rp18.700 menjadi Rp20 ribu per liter, Dexlite dari Rp20.150 menjadi Rp24.200 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp21.650 menjadi Rp25.750 per liter di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Malaysia mengalami penurunan harga lima sen per liter yang berlaku pada 2-9 September 2026. 

Berdasarkan informasi mingguan Kementerian Keuangan Malaysia, harga BBM non-subsidi RON97 turun menjadi RM 4,25 atau Rp 18.530 per liter, RON 95 juga menjadi RM 3,77 per liter, dan Solar turun menjadi RM 4,67 per liter.

Kementerian mengatakan penurunan harga tersebut mencerminkan melemahnya harga minyak mentah global di sebagian besar periode penetapan harga berdasarkan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM). Namun, harga kembali meningkat menjelang akhir periode seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat.

Kendati demikian, kementerian menambahkan pasar produk minyak olahan masih menghadapi keterbatasan pasokan, meskipun harga minyak mentah Brent telah turun dari level puncaknya selama konflik.

Kementerian mengatakan gangguan terhadap arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz, berkurangnya kapasitas pengolahan di sejumlah negara, serta pembatasan ekspor BBM diperkirakan akan menyebabkan volatilitas harga dalam waktu dekat.

Penurunan harga BBM hanya berlaku untuk non-subsidi, sementara itu harga BBM subsidi tetap, yakni RM 1,99 per liter untuk RON95 di bawah program Budi95 dan RM 2,10 per liter untuk solar di bawah program Budi Diesel.

Harga solar di Sabah, Sarawak, dan Labuan juga tetap sebesar RM 2,15 per liter. Harga BBM di bawah Sistem Pengendalian Bensin Bersubsidi (SKPS) dan Sistem Pengendalian Solar Bersubsidi (SKDS) masing-masing dipertahankan pada RM 2,05 per liter dan RM 2,15 per liter.

Baru-baru ini, pemerintah meningkatkan kuota bulanan produk Budi95 dan Budi Diesel menjadi 300 liter mulai 1 September. Pemilik kendaraan pikap diesel dan kendaraan four-wheel drive (4WD) yang memenuhi syarat, dapat memperoleh tambahan kuota 100 liter, sehingga kuota bulanan mereka menjadi 400 liter.

“Cina mulai melonggarkan pembatasan ekspor produk minyak olahan yang diberlakukan sejak Maret 2026. Meskipun ekspor telah meningkat sejak Juli, pasokan sejumlah produk minyak bumi ke pasar regional belum sepenuhnya kembali ke tingkat sebelum konflik,” kata kementerian dalam pernyataannya dikutip dari The Edge Malaysia, Jumat (4/9).

Perbandingan Harga BBM di Indonesia

Berbeda dengan Malaysia, penurunan ini tidak terjadi di Indonesia. Harga BBM non-subsidi di Indonesia baik yang dikelola oleh Pertamina ataupun SPBU swasta justru kompak naik.

Pada 1 September 2026, Pertamina menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Di hari yang sama, kenaikan harga produk diesel juga terjadi di SPBU Shell Indonesia dan BP-AKR.

Sehari berselang, Pertamina kembali menaikkan harga BBM untuk produk Pertamax Green95 menjadi Rp19.150 per liter mulai Rabu (2/9). Kenaikan ini juga diikuti oleh SPBU BP untuk produk BP Ultimate menjadi Rp 19.330 per liter.

Berikut perbandingan harga BBM non-subsidi di Malaysia dan Indonesia saat ini:

Harga BBM non-subsidi Malaysia

  • RON97 turun menjadi RM 4,25 atau Rp 18.530 per liter
  • RON 95 juga menjadi RM 3,77 per liter atau Rp 16.437 per liter
  • Solar turun menjadi RM 4,67 per liter atau Rp 20.361 per liter

Harga BBM non-subsidi Indonesia

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.600 per liter, naik dari Rp 18.300 atau sekitar 7,1%. 
  • Pertamax (RON 92): tetap Rp 15.950 per liter. 
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 19.150 per liter, naik dari Rp 16.600.
  • Dexlite: Rp 23.700 per liter, naik dari Rp 19.700 atau sekitar 20,3%. 
  • Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter, naik dari Rp 21.150 atau sekitar 19,15%. 
  • BP 92: Rp 16.130 per liter 
  • BP Ultimate: Rp 19.330 per liter naik dari harga sebelumnya Rp 16.760
  • BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter, naik dari harga Rp 21.910 per liter
  • Revvo 92: Rp16.130 per liter
  • Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter, naik dari harga Rp 21.910 per liter

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...