Indonesia Tawarkan Lebih dari 100 Blok Migas ke Investor Rusia
Pemerintah Indonesia menawarkan ratusan blok minyak dan gas bumi (migas) ke investor Rusia. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengatakan penawaran tersebut diungkapkan dalam kunjungan Presiden Prabowo beserta jajarannya ke acara Eastern Economic Forum (EEF) Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
“Kementerian ESDM menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang. Itu yang paling pokok,” kata Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (5/9).
Erani tidak merincikan lebih lanjut lokasi atau blok mana saja yang ditawarkan. Menurutnya hal tersebut akan disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ketika ditanya terkait pembahasan pengembangan nuklir untuk tujuan damai, dia menyebut kurang mengetahui hal tersebut. Dia mengatakan kedatangan Pemerintah Indonesia dalam acara EEF sebab didapuk sebagai tamu kehormatan Rusia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengundang perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan mengembangkan 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka di Indonesia.
"Kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut," kata Prabowo dikutip dari Antara.
Presiden menyampaikan Indonesia sedang membahas kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan sejumlah proyek bersama di bidang energi, termasuk kilang dan terminal penyimpanan.
“Saya kira kami mempertimbangkan semua prospek. Kami berdiskusi mengenai kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek bersama, seperti kilang dan terminal penyimpanan di bidang energi,” ujarnya.
Prabowo mengatakan Indonesia saat ini memiliki banyak LNG sehingga dalam beberapa sektor tidak secara langsung membutuhkan pasokan gas Rusia. Namun, Indonesia tetap terbuka terhadap penggunaan teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki 118 potensi wilayah migas baru per 20 Mei 2026. Dalam kata lain, jumlah potensi migas naik 20 wilayah per September ini.
Dari data 118 potensi tersebut, sebanyak 25 wilayah telah diminati atau telah tandatangan kontrak. Sebanyak 43 wilayah dalam tahap studi bersama. Sedangkan selebihnya merupakan potensi wilayah kerja migas lainnya untuk dilakukan studi bersama atau langsung menjadi wilayah kerja migas baru.
