Indonesia Tawarkan Lebih dari 100 Blok Migas ke Investor Rusia

Mela Syaharani
4 September 2026, 14:55
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Kehadiran Presiden Prabo
ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/gp/agr
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Rusia serta untuk meningkatkan kerjasama bidang ekonomi dan perdagangan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Indonesia menawarkan ratusan blok minyak dan gas bumi (migas) ke investor Rusia. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengatakan penawaran tersebut diungkapkan dalam kunjungan Presiden Prabowo beserta jajarannya ke acara Eastern Economic Forum (EEF) Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).

“Kementerian ESDM menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang. Itu yang paling pokok,” kata Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (5/9).

Erani tidak merincikan lebih lanjut lokasi atau blok mana saja yang ditawarkan. Menurutnya hal tersebut akan disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Ketika ditanya terkait pembahasan pengembangan nuklir untuk tujuan damai, dia menyebut kurang mengetahui hal tersebut. Dia mengatakan kedatangan Pemerintah Indonesia dalam acara EEF sebab didapuk sebagai tamu kehormatan Rusia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengundang perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan mengembangkan 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka di Indonesia.

"Kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut," kata Prabowo dikutip dari Antara.

Presiden menyampaikan Indonesia sedang membahas kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan sejumlah proyek bersama di bidang energi, termasuk kilang dan terminal penyimpanan.

“Saya kira kami mempertimbangkan semua prospek. Kami berdiskusi mengenai kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek bersama, seperti kilang dan terminal penyimpanan di bidang energi,” ujarnya.

Prabowo mengatakan Indonesia saat ini memiliki banyak LNG sehingga dalam beberapa sektor tidak secara langsung membutuhkan pasokan gas Rusia. Namun, Indonesia tetap terbuka terhadap penggunaan teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki 118 potensi wilayah migas baru per 20 Mei 2026. Dalam kata lain, jumlah potensi migas naik 20 wilayah per September ini.

Dari data 118 potensi tersebut, sebanyak 25 wilayah telah diminati atau telah tandatangan kontrak. Sebanyak 43 wilayah dalam tahap studi bersama. Sedangkan selebihnya merupakan potensi wilayah kerja migas lainnya untuk dilakukan studi bersama atau langsung menjadi wilayah kerja migas baru.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...