Pertamina Akui Ada Antrean BBM di SPBU Imbas Pergeseran Konsumsi ke Pertalite

Kamila Meilina
11 September 2026, 12:33
Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk satuan tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsid
ANTARA FOTO/Arnas Padda/kye
Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk satuan tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan penyalurannya berjalan tertib, tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat sebagai tindak lanjut atas banyaknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di daerah tersebut.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga mengungkap salah satu penyebab antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir. Pertamina menyebut kondisi itu tidak semata-mata disebabkan oleh ketersediaan stok BBM, tetapi juga adanya pergeseran atau shifting konsumsi dari sejumlah produk BBM ke produk tertentu.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan stok BBM secara umum tersedia. Namun, terjadi pergeseran konsumsi dari produk nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series ke produk seperti Pertalite dan Biosolar.

"Kenapa banyak berita-berita antrean ini sebenarnya secara BBM stok tersedia, hanya karena terjadinya shifting," ujar Ricky di kawasan Terminal Rewulu Pertamina, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (11/9). 

Penyebab yang dijelaskannya merupakan penyebab antrean secara umum, tak merujuk pada satu dua wilayah tertentu. Namun, pergeseran konsumsi itu pada akhirnya menyebabkan penumpukan di sejumlah SPBU. Pasalnya, fasilitas sarana dan prasarana di SPBU memiliki kapasitas yang terbatas, termasuk jumlah dispenser dan nozzle untuk masing-masing jenis BBM.

"Shifting dari produk-produk nonsubsidi Pertamax Series kemudian Dex itu ke Pertalite maupun Biosolar. Nah, akhirnya berdampak penumpukan di beberapa titik karena SPBU ini juga sangat terbatas fasilitas sarprasnya untuk bisa menambah dispenser ataupun nozzle untuk produk-produk seperti Pertalite maupun Biosolar," kata dia menjelaskan.

Ricky mengatakan desain fasilitas SPBU pada dasarnya telah disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah populasi masyarakat di wilayah tersebut. Namun, perubahan pola konsumsi yang terjadi dapat membuat permintaan terhadap produk tertentu meningkat dan menyebabkan antrean di SPBU.

Untuk mengurangi potensi penumpukan, Pertamina Patra Niaga juga mengembangkan SPBU dengan ukuran lebih kecil di sejumlah wilayah yang memiliki jarak antarlembaga penyalur cukup jauh.

Menurut Ricky, SPBU tipe kecil itu bisa menjadi salah satu solusi untuk menjangkau wilayah yang lebih terpencil sekaligus membantu memecah antrean. Pengembangan itu antara lain diarahkan ke sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Ini salah satu solusi untuk daerah-daerah khususnya Sumatera, Kalimantan maupun juga Sulawesi yang jarak antara lembaga penyalur cukup jauh. Kami bisa sisihkan di antaranya dengan membangun SPBU bertipe kecil, supaya bisa memecah antrean," katanya.

Di sisi lain, Ricky mengatakan antrean juga dapat terjadi akibat gangguan distribusi yang dipengaruhi kondisi geografis dan infrastruktur. Salah satu contoh yang disebutnya terjadi di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut dia, akses menuju terminal BBM Pertamina di Banyuwangi sempat terganggu akibat antrean kendaraan menuju Pelabuhan Banyuwangi yang mencapai sekitar 15-20 kilometer. Kondisi tersebut berkaitan dengan revitalisasi dermaga yang dilakukan oleh operator penyeberangan.

Gangguan akses membuat mobil tangki Pertamina kesulitan bergerak untuk mendistribusikan BBM dari terminal. Pertamina kemudian melakukan pemulihan distribusi dengan mengalihkan pasokan dari sejumlah wilayah lain.

Ricky menjelaskan Pertamina memiliki skema Regular Alternative Emergency (RAE) untuk menghadapi gangguan distribusi. Melalui skema itu, Pertamina menyiapkan jalur alternatif ketika distribusi melalui jalur reguler mengalami kendala.

"Tujuannya cuma satu, memastikan BBM itu masuk ke SPBU," ujarnya.

Sebelumnya, antrean BBM mengular terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Warta mengantre sejak Kamis (10/9) subuh untuk menunggu pasokan BBM, khawatir tidak kebagian karena bensin tergolong langka selama dua bulan ini. 

 "Saya memang sejak subuh rela menunggu antre bensin di SPBU Manggala, jangan sampai habis lagi. Antreannya sangat panjang," ucap Heru menuturkan usai berjuang mendapatkan bensin di SPBU Manggala, Makassar, Kamis (10/9) seperti dikutip dari Antara.

Dari pantauan lain di dua SPBU Jalan Letnan Jenderal Hertasning dan Aroepala (eks Letjen Hertasning) sejak pagi buta, sudah terlihat masyarakat berkumpul menunggu pasokan BBM. Mereka menunggu tanpa kejelasan ketersediaan bahan bakar itu. 

"Bensinnya sudah habis. Belum masuk (jatah BBM) pak, katanya sementara pengiriman. Memang sudah pesan sejak kemarin, tapi belum datang, belum tahu kapan masuk. Sekarang bisa dicek di aplikasi, tapi belum ada respons dari Pertamina," tutur Wawan, pegawai SPBU nomor 74.902.50 Jalan Aroepala.  

Ia juga menunjukkan aplikasi alur distribusi stok BBM yang dipasok dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) di Jalan Nusantara. Terlihat belum ada tanda-tanda pengiriman waktunya. "SPBU hanya menjual BBM pak, kami tidak tahu kapan datang (pasokannya)," ucapnya singkat. 

Sementara itu, sejumlah SPBU di beberapa tempat dijaga aparat kepolisian serta petugas Dinas Perhubungan. Mereka mengatur kendaraan roda empat yang sudah parkir di badan jalan sejak malam untuk antre lebih pagi. Antreannya sangat panjang hingga menimbulkan kemacetan parah. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...