Makassar dan Jember Alami Kelangkaan BBM, Apa Penyebabnya?

Mela Syaharani
14 September 2026, 12:41
Makassar, Jember, kelangkaan BBM
ANTARA/Darwin Fatir
Seorang melihat situasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU) yang ditutup menunggu pasokan BBM dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) PT Pertamina Patra Niaga, di Jalan Aroepala (eks Letjen Hertasning) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pada bulan ini. Terbaru, kelangkaan BBM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat kegiatan belajar dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi dilaksanakan secara daring. 

“Sebagai langkah sementara merespons kondisi keterbatasan BBM yang terdampak pada mobilitas murid, guru, tenaga pendidik, dan orang tua/wali murid. Evaluasi mengikuti kondisi BBM dan situasi Kota Makassar, jika memungkinkan (pembelajaran) kembali tatap muka, pemberitahuan akan disampaikan lebih lanjut,” kata Pemkot Makassar melalui Instagram resminya, dikutip Senin (14/9).

Berikut dua daerah yang mengalami masalah BBM dalam beberapa waktu terakhir:

Sulawesi Selatan

Kelangkaan BBM saat ini sedang melanda wilayah Sulsel, bukan hanya di Kota Makassar. Antrean pembelian BBM bersubsidi maupun nonsubsidi terjadi di sejumlah SPBU di Sulsel. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama sekitar dua bulan terakhir.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan antrean di sejumlah SPBU terjadi seiring kenaikan permintaan yang cukup signifikan, terutama pada BBM subsidi, yang kemudian diperkuat oleh perubahan pola konsumsi dan pembelian masyarakat secara bersamaan.

“Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman,” kata Kitty dalam siaran pers, Sabtu (14/9).

Peningkatan kebutuhan BBM subsidi juga tercermin dari kebutuhan Solar JBT yang meningkat sekitar 10–15% pada periode Juni hingga Agustus 2026. Pertamina mengoptimalkan operasional mobil tangki selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman dan pengisian stok BBM di SPBU, serta melakukan rekonfigurasi kapasitas pelayanan melalui penambahan nozzle Pertalite di sejumlah SPBU. 

Perusahaan juga mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Makassar. Penguatan operasional ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta pemerintah pusat menambah kuota BBM. "Kita akan meminta ke kementerian menambah kuota ke Sulsel karena banyak permintaan. Dulunya 700, sekarang 1.000-an lebih. Memang ada peningkatan," kata Andi Sudirman dikutip dari Antara.

Selain penambahan kuota, Pemda juga menerapkan sistem ganjil genap untuk pengisian BBM Pertalite dan solar di seluruh SPBU pada 13–20 September 2026. Hal ini diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU yang sebelumnya terjadi pada sejumlah wilayah.

"Hari ini di SPBU Racing Center, kita telah menerapkan sistem ganjil-genap pada seluruh masyarakat yang isi BBM. Sampai saat ini cukup longgar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sulsel Fahlevi Yusuf dikutip dari Antara.

Fahlevi mengatakan penerapan sistem ganjil genap di SPBU Racing Center menunjukkan antrean kendaraan relatif terkendali. "Sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WITA, antrean kendaraan tidak terlihat mengular hingga ke badan jalan," katanya.

Jember, Jawa Timur

Kabupaten Jember, Jawa Timur juga mengalami masalah pasokan BBM pada awal bulan ini. Pada pekan pertama September, terjadi antrean di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pertamina mengatakan hal ini terjadi imbas keterlambatan distribusi BBM ke sejumlah SPBU karena kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Perusahaan memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Situbondo tetap menjadi prioritas di tengah kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Antrean panjang di SPBU Jalan Ahmad Yani Jember sempat menimbulkan kemacetan panjang karena antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga di luar SPBU.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan sekolah daring akibat dampak antrean BBM di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Kebijakan tersebut diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember dan sekolah yang berada di bawah naungan pemerintah maupun Kementerian Agama yang dilaksanakan sejak Kamis hingga Sabtu (12/9).

Kebijakan tersebut diambil untuk menekan efisiensi konsumsi BBM masyarakat secara signifikan, sehingga tidak membebani masyarakat. ?Untuk pembelajaran daring dilakukan agar aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan optimal tanpa membebani masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan pasokan BBM.

Pengaturan jam kerja dan jadwal piket tetap diberlakukan secara fleksibel agar fungsi pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Jember, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP dialihkan ke PJJ.

Terbaru, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan pengiriman BBM ke SPBU yang berada di Jember, Jawa Timur, sudah kembali normal dan antrean kendaraan yang akan mengisi BBM tidak sebanyak seperti beberapa hari yang lalu.

"Sebanyak 15 unit truk dari Surabaya dikerahkan khusus untuk menyuplai SPBU di Jember," kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat meninjau SPBU di Jember, Jawa Timur, dikutip dari Antara.

Wahyudi menjelaskan dengan adanya kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang, maka distribusi BBM tidak dapat dilakukan dengan kondisi normal, di mana kendaraan pengangkut BBM memakan waktu yang cukup lama dari biasanya.

"Kalau normal distribusi BBM ke wilayah Jember hanya 6-8 jam. Tapi karena ada kemacetan menjadi 12 jam ke atas sekali jalan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut kata dia, Pertamina Patra Niaga kemudian mengalihkan pendistribusian BBM ke Jember, yang semula diambil dari IT Tanjung Wangi dialihkan ke IT Surabaya.

Wahyudi juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengkonsumsi BBM secara bijak dan ketika terjadi antrean panjang jangan dipaksakan mengantre.

"Kami pastikan akan terus monitor untuk memperlancar distribusi BBM di Kabupaten Jember," katanya 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...