Bahlil dan Bos Pertamina Gelar Rapat di Bali, Bahas Karut Marut Distribusi BBM

Nur Hana Putri Nabila
19 Oktober 2026, 15:25
Sejumlah warga antre membeli BBM di SPBU kawasan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali, Sabtu (17/10/2026). Pemprov Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga memberlakukan aturan ganjil genap pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU berdasarkan plat nomor polis
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YU
Sejumlah warga antre membeli BBM di SPBU kawasan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali, Sabtu (17/10/2026). Pemprov Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga memberlakukan aturan ganjil genap pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU berdasarkan plat nomor polisi kendaraan serta mengatur pengisian Pertalite maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan maksimal tiga liter bagi kendaraan roda dua per Sabtu (17/10) guna mengurai antrean pembelian BBM di Bali.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar rapat dengan PT Pertamina di Bali, Senin (19/10). 

Ketika ditanya wartawan, Bahlil mengatakan rapat penting itu di tengah karut marut persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang langka dalam seminggu terakhir di Bali. 

"Saya mau ke Pertamina sekarang, saya mau rapat disana, di Bali,” kata Bahlil ketika ditemui wartawan usai Bali Tech Week 2016 di Sanur, Bali, Senin (19/10).

Adapun antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) terpantau mengular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali sejak Senin (12/10) hingga seminggu terakhir. Dari informasi yang beredar, sejumlah warga antre berjam-jam bahkan ada yang menginap di SPBU hanya untuk mendapatkan BBM.

Bahlil pun mengatakan sebelumnya dirinya akan mengevaluasi masalah ini bersama PT Pertamina sehingga kejadian serupa tak terulang. Menurut Bahlik, stok BBM domestik masih berada pada kisaran 16 hingga 18 hari. Kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan stok nasional masih mencukupi, meski terjadi kendala distribusi pasokan di sejumlah daerah.

Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyebut Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri telah berada di Bali untuk menangani persoalan tersebut. 

“Pak Simon sudah ada di Bali. Pemerintah adalah regulator, implementasi daripada itu semua adalah BUMN Pertamina,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (14/10).

PT Pertamina Patra Niaga merespons dalam keterangan tertulisnya bahwa bakal memperkuat pasokan hingga 57,9 juta liter BBM. Pasokan ini dikirim melalui kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.

Tambahan pasokan 57,9 juta liter itu terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax. Tambahan pasokan ini diharapkan memperkuat ketersediaan BBM dan mendukung kelancaran penyaluran ke SPBU di Bali.

Selain penguatan pasokan, Pertamina juga meningkatkan jam pelayanan SPBU di Kota Denpasar. Dari sebelumnya 24 SPBU yang beroperasi selama 24 jam, menjadi 60 SPBU dengan jam operasional yang sama.

"Memang sebelumnya keterlambatan pasokan Pertalite. Namun, pasokan telah tiba pada 7 Oktober dan kami terus melakukan pengaturan suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah Bali. Selanjutnya, pasokan berikutnya dijadwalkan tiba pada 11 Oktober 2026," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...