Bahlil dan Bos Pertamina Gelar Rapat di Bali, Bahas Karut Marut Distribusi BBM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar rapat dengan PT Pertamina di Bali, Senin (19/10).
Ketika ditanya wartawan, Bahlil mengatakan rapat penting itu di tengah karut marut persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang langka dalam seminggu terakhir di Bali.
"Saya mau ke Pertamina sekarang, saya mau rapat disana, di Bali,” kata Bahlil ketika ditemui wartawan usai Bali Tech Week 2016 di Sanur, Bali, Senin (19/10).
Adapun antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) terpantau mengular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali sejak Senin (12/10) hingga seminggu terakhir. Dari informasi yang beredar, sejumlah warga antre berjam-jam bahkan ada yang menginap di SPBU hanya untuk mendapatkan BBM.
Bahlil pun mengatakan sebelumnya dirinya akan mengevaluasi masalah ini bersama PT Pertamina sehingga kejadian serupa tak terulang. Menurut Bahlik, stok BBM domestik masih berada pada kisaran 16 hingga 18 hari. Kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan stok nasional masih mencukupi, meski terjadi kendala distribusi pasokan di sejumlah daerah.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyebut Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri telah berada di Bali untuk menangani persoalan tersebut.
“Pak Simon sudah ada di Bali. Pemerintah adalah regulator, implementasi daripada itu semua adalah BUMN Pertamina,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (14/10).
PT Pertamina Patra Niaga merespons dalam keterangan tertulisnya bahwa bakal memperkuat pasokan hingga 57,9 juta liter BBM. Pasokan ini dikirim melalui kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Tambahan pasokan 57,9 juta liter itu terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax. Tambahan pasokan ini diharapkan memperkuat ketersediaan BBM dan mendukung kelancaran penyaluran ke SPBU di Bali.
Selain penguatan pasokan, Pertamina juga meningkatkan jam pelayanan SPBU di Kota Denpasar. Dari sebelumnya 24 SPBU yang beroperasi selama 24 jam, menjadi 60 SPBU dengan jam operasional yang sama.
"Memang sebelumnya keterlambatan pasokan Pertalite. Namun, pasokan telah tiba pada 7 Oktober dan kami terus melakukan pengaturan suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah Bali. Selanjutnya, pasokan berikutnya dijadwalkan tiba pada 11 Oktober 2026," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.
