Siapa Lord Rangga dari 'Sunda Empire'?
ZIGI – Nama Lord Rangga tiba-tiba ramai dibicarakan bahkan sampai menduduki trending Twitter dan Google pada Kamis, 20 Mei 2021. Lord Rangga diketahui merupakan nama panggilan dari petinggi Sunda Empire yakni Ki Ageng Rangga Sasana.
Setelah sebelumnya ditahan, Rangga Sasana kini muncul ke publik lewat podcast Deddy Corbuzier dan menuai reaksi setelah mengklaim tentang asal usul Amerika yang disebutnya dimerdekakan oleh Sultan Banten. Sebenarnya siapa sosok Lord Rangga? Berikut yang berhasil dirangkum Zigi.id. Scroll yuk!
Pemimpin Sunda Empire Dipenjara
Ki Ageng Rangga Sasana sebelumnya menghebohkan masyarakat dengan berita yang dibuatnya tentang kekaisaran Sunda atau Sunda Empire. Dia mengaku sebagai Sekretaris Jenderal atau Sekjen Sunda Empire yakni Kekaisaran Matahari yang sudah ada turun temurun dan berganti-ganti dinasti. Rangga juga mengklaim Sunda Empire merupakan sistem tata negara dunia.
Tapi pernyataannya tersebut hanya fiktif belaka. Rangga Sasana ditangkap polisi di wilayah Tambun, Bekasi pada 28 Januari 2020. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong terkait Sunda Empire. Penangkapan Rangga ini merupakan lanjutan dari penyidikan atas laporan dugaan kasus penyebaran berita bohong.
Selain Rangga, polisi juga menetapkan Perdana Menteri Sunda Empire yakni Nasri Bank dan Kaisar Ratna Ningrum sebagai tersangka. Pada Oktober 2020, Rangga Sasana terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong dan membuat keonaran. Tapi kemudian, dia dibebaskan dari Lapas Banceuy, Bandung pada 26 April 2021.
Asal Usul Rangga Sasana
Dikutip dari video YouTube yang diunggah CNN Indonesia, Ki Ageng Rangga Sasana memiliki nama asli Edi Raharjo. Rangga dilaporkan merupakan anak dari pasangan sederhana yang berasal dari Brebes dan tidak memiliki darah Sunda.
Rangga Sasana pernah menikah secara siri dengan wanita berinisial ES alias Ratu pada tahun 2012. Pernikahan mereka baru dilegalkan pada 2013. Saat berkenalan dengan Ratu, Rangga mengaku sebagai politisi yang mendirikan sebuah partai. Tapi kini, mereka sudah berpisah.
"Politikus, dia pernah mendirikan partai juga, partai doa rakyat Indonesia. Waktu itu saya belum tahu soal Sunda Empire, tahunya sekarang aja di TV," kata Ratu dilansir dari YouTube Official iNews, Kamis, 20 Mei 2021.
"Iya (nikah) siri 2012, dilegalkan 2013, resmi ada acara resepsi juga gitu," sambung Ratu saat ditanya soal pernikahannya dengan Ki Ageng Rangga Sasana.
Muncul di Podcast Deddy Corbuzier
Baru-baru ini, Lord Rangga kembali jadi perbincangan setelah muncul di Podcast Deddy Corbuzier. Dalam video yang diunggah, 19 Mei 2021, hadir pula dua komika, Tretan Muslim dan Coki Pardede yang mengaku simpatisan dari Sunda Empire.
Di video itu, ada salah satu teori dari Rangga Sasana yang paling mencuri perhatian masyarakat. Di mana, dia menceritakan asal usul Amerika yang diklaim merdeka dengan bantuan Sultan Banten yakni Sultan Abdul Mufakir.
"Amerika, mandatnya dari mana? Dari Sultan Abdul Mufakir pada saat itu. Dari Ki Ageng Tirtayasa kemudian diteruskan ke Sultan Abdul Mufakir memerdekakan lah pada saat itu Amerika. Makanya, Banten punya seri (pelat) mobil A, yaitu Amerika," ungkap Rangga Sasana.
"Lalu mengapa Amerika menggunakan US. Tentaranya US kan? US nya bukan US Army atau US apalagi. (US) itu Uncle Sam. Uncle SAM SAM-nya Sultan Abdul Mufakhir, Banten itu. Jadi Amerika itu negeri yang dimerdekakan oleh Banten itu," sambungnya.
Pernyataan Ki Ageng Rangga Sasana ini sampai viral dan membuat netizen geleng-geleng kepala sekaligus memberikan reaksi kocak. Bahkan karena hal ini, Banten juga sempat menjadi trending Twitter. Tidak sedikit warga Bante yang mengaku bangga usai mendengar pernyataan Rangga.
Anak Dibully
Tapi di sela-sela obrolan itu, Rangga Sasana juga sempat menyinggung soal nasib anaknya yang mendapat perlakukan tidak menyenangkan di sekolah setelah mengetahui dirinya harus berhadapan dengan kasus pidana soal kasus Sunda Empire.
Awalnya, Rangga ditanya tentang apakah dia dendam dengan pihak yang memperkarakan Sunda Empire hingga membuatnya harus menetap di balik jeruji besi. Dia pun membantah hal itu. Rangga justru mengingatkan bila manusia harus memiliki sifat bijaksana.
"Oh, saya tidak pernah dendam. Saya sudah maafkan semuanya. Jangankan waktu kejadian kemarin ya, sampai anak saya di sekolah diberantemin temannya, di-bully, di apa dan sebagainya. Ini adalah kejadian yang harus diterima. Harus legawa, perut-perutnya kita, lambung-lambung kita harus punya jiwa nyegoro (luas)," tandas Ki Ageng Rangga Sasana atau yang juga dikenal Lord Rangga.
