Kadin Sebut Utilisasi Industri Tak Akan Pulih Hingga Vaksin Ditemukan

Rizky Alika
29 Juni 2020, 11:16
Kadin Sebut Utilisasi Industri Tak Akan Pulih Hingga Vaksin Ditemukan.
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.
Sejumlah pekerja melakukan proses produksi di salah satu pabrik di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020). Kadin taksir utilitas produksi pabrik sulit meningkat dalam waktu dekat.

Pandemi corona memukul sektor industri hingga kegiatan produksi tak bisa berjalan secara optimal. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan pun memperkirakan, utilisasi industri tidak akan sepenuhnya pulih hingga vaksin ditemukan.

"Utilisasi industri kembali normal 100% setelah ditemukan obatnya," kata dia saat dihubungi Katadata.co.id, akhir pekan lalu (26/6).

Menurutnya, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan adanya pembatasan operasional pabrik, utilisasi industri turun drastis menjadi tinggal 10%. Dengan pemberlakukan normal baru (new normal),  utilisasi mencapai 50% karena pabrik mulai kembali berproduksi.

Namun, kapasitas ini menurutnya tetap tak bisa optimal karena sejumlah pabrik harus menerapkan protokol kesehatan, seperti pembatasan 50% karyawan yang bekerja untuk menekan angka penularan virus. 

(Baca: Bertahan di Tengah Pandemi, Industri Farmasi Didorong Diversifikasi )

Oleh sebab itu, dia memperkirakan pemulihan produksi atau tingkat utilisasi hanya akan meningkat di level 60-70%, itu pun bila didukung penurunan kasus Covid-19. Johnny berharap, produksi pabrik pulih bertahap pada September 2020 mendatang.

Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono mengatakan utilisasi industri plastik selama masa PSBB ada yang mengalami penurunan atau peningkatan.

Beberapa sektor industri yang mengalami peningkatan utilisasi antara lain  industri pengemasan produk farmasi, mi instan, hingga biskuit. "Ada yang 100% atau 90%, bahkan mie instan lebih dari 100%," ujar dia.

Sementara, sektor yang tingkat utilitasnya menurun, antara lain ada minuman kemasan hingga minuman bersoda dengan penurunan menjadi 40%.

(Baca: Produksi Anjlok saat Pandemi, Separuh Pabrik Tekstil Terancam Tutup)

Dengan  fase normal baru, utiisasi industri pada segmen hulu kembali pulih ke 95%. Sementara, utilisasi sektor hilir masih lesu dan belum ada tanda perbaikan. 

Ia berharap, pemerintah dapat segera menyalurkan jaring pengaman sosial kepada masyarakat agar daya beli bisa meningkat. Dengan begitu diperkirakan, terjadi peningkatan konsumsi masyarakat dapat terjadi pada Juli atau Agustus mendatang.

Selain itu, ia juga berharap pembukaan sektor pariwisata dapat meningkatkan konsumsi makanan dan minuman. "Sehingga konsumsi seperti produk minuman kemasan teh gelas ada kenaikan di tempat pariwisata," katanya.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...