Frisian Flag Investasi Rp 3,8 Triliun Bangun Pabrik Baru di Cikarang
Produsen susu PT Frisian Flag Indonesia akan membangun pabrik pengolahan susu cair dan susu/krimer kental manis di Cikarang, Jawa Barat dengan investasi tahap awal untuk tahun 2020 – 2023 sebesar 225 juta euro (setara Rp 3,8 triliun, asumsi kurs Rp 17.000 per euro).
Pabrik baru Frisian Flag akan dibangun seluas 25 hektare (ha) dengan kapasitas produksi 244 juta liter per tahun untuk susu cair, serta 476 ribu ton per tahun untuk krimer kental manis. Nantinya 90% hasil produksi akan ditargetkan untuk pasar ekspor dan sisanya untuk pasar dalam negeri.
Presiden Direktur Frisian Flag Indonesia Maurits Klavert mengatakan pabrik ini akan menjadi pabrik terbesar milik FrieslandCampina di dunia.
“Pabrik baru akan mencakup fasilitas pengolahan produk susu cair siap minum dan susu kental manis, sentra logistik dan distribusi, serta perkantoran dengan menggunakan teknologi modern dan ramah lingkungan,” ujarnya, seperti dikutip Antara, Selasa (9/3).
Seiring investasi tersebut, perusahaan akan meningkatkan pula penyerapan susu segar dalam negeri yang dipasok oleh belasan ribu peternak sapi perah rakyat di Tanah air.
“Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan para mitra bisnis kami di Indonesia baik pemasok maupun ratusan mitra distributor kami yang tersebar di seluruh penjuru tanah air,” tuturnya.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi investasi yang dilakukan Frisian Flag ini. Pasalnya, industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur pangan yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.
“Kami sangat mengapresiasi keteguhan PT Frisian Flag Indonesia untuk terus mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah yang sudah dijalin selama bertahun-tahun,” paparnya pada peletakan batu pertama pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang.
Upaya yang dijalankan oleh PT Frisian Flag Indonesia di antaranya bantuan Milk Collection Point (MCP) koperasi susu, peningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Akademi Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village (desa susu).
Menurut Agus, industri pengolahan susu masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku. Ini karena sampai saat ini hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri.
Sehingga diharapkan kontribusi dari Frisian Flag ini dapat membantu mendorong kuantitas dan kualitas susu segar nasional, agar dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku. Upaya ini sejalan dengan program Kemenperin untuk melakukan substitusi impor hingga 35% pada 2022.
