Produk Susu, Bumbu, & Makanan Beku Laris Selama Pandemi Covid-19

Cahya Puteri Abdi Rabbi
16 September 2021, 15:08
pandemi, covid-19, makanan
ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Pemilik usaha membungkus lele sebelum dimasukkan ke ruang pendingin di Pinang, Kota Tangerang, Banten, Rabu (24/3/2021). Tempat tersebut mengoleh lele menjadi "frozen food" yang dijual Rp35 ribu per kilogram dan bisa menjual empat ratus kilogram per bulannya dengan omzet Rp10 juta per bulan.

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengatakan sejumlah jenis produk makanan dan minuman mengalami pertumbuhan signifikan selama pandemi Covid-19. Produk-produk tersebut di antaranya produk bernutrisi seperti susu serta produk yang menunjang aktivitas memasak di rumah di antaranya produk bumbu, margarin, dan makanan beku.

“Produk-produk yang sifatnya dikonsumsi di dalam rumah dan pembeliannya direncanakan itu mengalami peningkatan yang bagus selama pandemi,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Gapmmi Rachmat Hidayat dalam sebuah webinar, Kamis (16/9).

Adanya keinginan masyarakat untuk hidup lebih sehat membuat konsumsi susu naik. Demikian pula, dengan permintaan multivitamin.  Sementara itu, kenaikan produk bumbu dan makanan beku dipicu oleh kebijakan work from home dan study at home. Kebijakan ini membuat orang harus menyediakan makanan dan bumbu  karena lebih sering memasak di rumah.

 Di sisi lain, ada sejumlah produk yang justru mengalami penurunan permintaan yang cukup signifikan, di antaranya air minum dalam kemasan, produk coklat dan makanan instan. Penurunan permintaan dari produk yang biasa dikonsumsi di luar rumah dan pembeliannya tidak direncanakan mengalami penurunan sebesar 40%.

“Contoh saja, air minum dalam kemasan yang berbentuk cups atau botol kecil itu bahkan turun 47%,” kata dia.

Meski begitu, pertumbuhan industri makanan dan minuman selama pandemi Covid-19 masih dinilai cukup baik. Rachmat menyebut, pada tahun 2020 industri makanan dan minuman tumbuh 1,7%, lalu pada kuartal I 2021 tumbuh sebesar 2,7% dan di kuartal II tumbuh 2,9%.

Halaman:
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...