Pabrikan Diminta Beli Gula Sesuai Harga dari Petani

Gabriel Wahyu Titiyoga
28 Mei 2022, 15:20
Foto udara antrean truk pengangkut tebu di Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/5/2022). PT RMI menargetkan produksi gula di musim giling 2022 mencapai 67ribu ton gula, dari sekitar 1,1juta ton tebu petani dengan target rend
ANTARA FOTO/Irfan Anshori/tom.
Foto udara antrean truk pengangkut tebu di Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/5/2022). PT RMI menargetkan produksi gula di musim giling 2022 mencapai 67 ribu ton dari sekitar 1,1juta ton tebu petani dengan target rendemen mencapai 8,14 sampai 8,20 persen. Kebutuhan gula konsumsi dalam negeri menurut Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mencapai 3 juta ton pada 2022.

Badan Pangan Nasional berupaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengatakan seluruh pabrik gula dapat membeli gula kristal putih produksi petani tebu rakyat sesuai harga di tingkat petani yang berlaku saat ini, yakni Rp11.500 per kilogram. Harga ini meningkat Rp1.000 dibanding tahun lalu.

Harga gula Rp11.500 per kilogram itu, menurut Arief, adalah nilai minimal. “Kalau nanti lelangnya Rp12.000, ya harus dibeli Rp 12.000. Karena produksi itu pasti ikut kalau kesejahteraan petani baik,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/5). 

Harga gula di tingkat konsumen juga harus dijaga. “Yakni di harga Rp13.500,” ujar Arief yang meninjau pabrik gula Krebet Baru, Malang, Jawa Timur. 

Krebet Baru adalah pabrik gula yang dikelola oleh PT PG Rajawali 1 yang menjadi bagian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID Food. Menurut Arief, pabrik gula yang dikelola BUMN seperti ID Food dan PT Perkebunan Nusantara, maupun swasta, dapat menjaga keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen.

Pabrik Krebet bisa dijadikan contoh karena telah menjalin kemitraan dengan petani selama lebih dari 50 tahun. Kepemilikan pabrik Krebet Baru saat ini sepenuhnya berada di BUMN dan dikelola oleh ID Food. “Bekerja sama dengan petani di sekitar pabrik sampai ke beberapa kabupaten lain di Jawa Timur,” kata Arief.

Arief menghimbau pedagang yang terlibat dalam komoditas, terutama gula, tidak membelinya dengan harga murah terus. Jika pemerintah menyampaikan harga Rp11.500 per kilogram, harga lelang di bawah itu dibatalkan. “Supaya kesejahteraan petani meningkat, tebunya di pabrik gula sustain, masuk terus,” kata dia.

Direktur Utama ID Food, Frans Marganda Tambunan, mengatakan pabrik gula yang dikelola perusahaannya sudah memulai musim giling 2022. Target produksi gula tahun ini adalah 283.691 ton dari jumlah tebu tergiling sebanyak 3,6 juta ton. “Produktivitas sebesar 76 ton/ha dan target rendemen 7,74%,” ujarnya.

Menurut laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga gula di sejumlah daerah masih berada di atas harga eceran tertinggi Rp13.500. Harga rata-rata gula pasir lokal di pasar tradisional per 27 Mei 2022 mencapai Rp14.800 per kilogram. Ada pun harga gula kualitas premium sebesar Rp16.100 per kilogram.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), seperti dilaporkan Bisnis Indonesia, menyebutkan harga gula mencapai lebih dari Rp15.000 per kilogram akibat stok terbatas karena musim giling tertunda. Kebijakan India yang menahan ekspor gula juga diprediksi berdampak pasokan global dan mempengaruhi harga dunia. 

Sekitar 60 persen kebutuhan bahan baku gula Indonesia berasal dari impor. Ada pun kebutuhan impor gula Indonesia saat ini sebesar empat juta ton. 



Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...