Bulog Gagal Ekspor Beras ke Arab Saudi, Kualitas Stok Terancam Turun

Andi M. Arief
27 Juni 2022, 18:26
Pekerja bersiap mengangkut karung berisi beras di gudang Perum Bulog, Pulo Brayan Darat, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (8/3/2022). Perum Bulog Sumatera Utara memastikan stok beras di daerah itu mencukupi hingga empat bulan ke depan karena saat ini st
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/WS/tom.
Pekerja bersiap mengangkut karung berisi beras di gudang Perum Bulog, Pulo Brayan Darat, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (8/3/2022). Perum Bulog Sumatera Utara memastikan stok beras di daerah itu mencukupi hingga empat bulan ke depan karena saat ini stoknya mencapai 9.000 ton.

Kualitas stok beras Bulog terancam turun karena penyalurannya tersendat. Dua faktor pendorongnya adalah dihapusnya program beras sejahtera (Rastra) dan adanya regulasi yang menghambat ekspor cadangan beras pemerintah (CBP).

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengatakan bahwa penyaluran beras untuk program Rastra bisa mencapai 2,6 juta ton per tahun. Ketika program tersebut dihapus, Bulog kesulitan dalam menyalurkan CBP.

Advertisement

Kondisi tersebut mengancam penurunan kualitas CBP dalam waktu singkat Selain itu, penimbunan beras meningkatkan beban bunga dari kredit pembelian CBP atas penugasan pemerintah.

"Program Rastra, satu tahun kami bisa salurkan 2,6 juta ton yang hari ini sama sekali tidak ada (program tersebut). Jadi, memang ini jadi satu pertimbangan dan kekhawatiran," kata pria yang akkrab disapa Buwas tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, Senin (27/6). 

 Hingga 24 Juni 2022, total stok beras Bulog telah mencapai 1,09 juta ton. Salah satu daerah dengan cadangan beras terbesar adalah Sulawesi Selatan yang mencapai 235.859 ton. 

Buwas mengatakan, Bulog mendapatkan penugasan penyerapan CBP hingga 1,5 juta ton per tahun. Sementara itu, penyaluran beras hasil penugasan negara hanya membutuhkan beras paling banyak 850.000 ton per tahun. 

Buwas menilai, mutu beras yang kini tersimpan di gudang Bulog akan cepat turun. Pasalnya, gudang penyimpanan beras harus memiliki kualifikasi tertentu, sedangkan gudang milik Bulog adalah gudang umum. 

Selain mutu yang turun, Buwas mengatakan, stok beras saat ini juga menimbulkan beban bunga bagi Bulog. Sebagian dana pembelian CBP dari petani berasal dari sektor perbankan. 

Regulasi Hambat Ekspor

Di samping itu, Buwas menyebutkan bahwa beras CBP tidak mudah diperdagangkan karena terikat dengan banyak aturan. Oleh karena itu, Bulog belum dapat menjual maupun mengekspor CBP. 

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement