Luhut Optimistis Indonesia Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, optimistis jika Indonesia dapat selangkah lagi menuju negara maju melalui upaya transformasi ekonomi yang konsisten. Dalam satu dekade ke depan, PDB Indonesia dapat meningkat hingga US$3,0 triliun dengan pendapatan per kapita di kisaran US$10.000.
Luhut mengatakan, Indonesia telah mentransformasi ekonomi menjadi lebih efisien, lebih maju, dan tidak terlalu bergantung pada komoditas dalam delapan tahun terakhir. "Hal ini dicapai melalui hilirisasi industri, peningkatan efisiensi melalui digitalisasi, dan transformasi perdesaan," kata Luhut, usai penandatanganan komitmen penguatan kerja sama Indonesia - Tiongkok di acara perkenalan dan silaturahmi pengurus KIKT di Jakarta, Sabtu (23/7).
Dia mengatakan, ketahanan ekonomi Indonesia didorong oleh proses transformasi ekonomi denganadanya hilirisasi industri yang juga harus mempertahankan aspek lingkungan, penciptaan tenaga kerja untuk masyarakat, dan nilai tambah. Indonesia tidak lagi hanya mengnadalkan komoditas mentah.
"Melalui hilirisasi industri, pembangunan menjadi lebih merata dan mendorong industrialisasi di wilayah timur Indonesia," ujarnya.
Dia mengatakan, potensi pengembangan hilirisasi industri di Indonesia akan semakin banyak. Pengembangan tersebut juga dapat dilakukan dengan kerja sama multi negara. Untuk mendorong kolaborasi di tingkat global, Indonesia aktif menjalin kerja sama dengan berbagai negara dunia.
"Para pengusaha dapat saling berkolaborasi untuk melengkapi mata rantai industri di Indonesia, menjaga kestabilan ekonomi Indonesia, dan membawa Indonesia ke level PDB negara maju," kata dia.
Komite Tiongkok merupakan salah satu komite strategis bagi KADIN, terutama karena nilai total perdagangan Indonesia dengan China pada tahun 2021 mencapai lebih dari 100 milyar dolar AS, meningkat 40% dari tahun 2020. Dan diprediksi akan terus meningkat, sebab pada periode Januari hingga Mei 2022 ini, total perdagangan Indonesia - China sudah mencapai hampir 50 milyar dolar AS, atau naik 27,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.
Selain itu, sebagian besar investasi China di Indonesia sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini, yaitu pengembangan industri hilirisasi Indonesia.
Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) berkomitmen untuk bahu membahu dengan pemerintah, memastikan investor Tiongkok dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan mendapatkan mitra terbaik di Indonesia, serta meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok.
KIKT juga akan berusaha mempererat people to people diplomacy dengan Tiongkok, melalui kerja sama UMKM, seni budaya, entertainment, juga food diplomacy.
Saya berharap bahwa hubungan baik yang terjalin antara Indonesia - Tiongkok selama lebih dari 70 tahun dan terus membaik dari waktu ke waktu, khususnya dalam hubungan ekonomi, sehingga dapat mendukung Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan dan melakukan transformasi ekonomi, demi Indonesia yang lebih baik dan lebih maju.
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir, mengatakan bahwa sebagian besar investasi China di Indonesia sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini, yaitu pengembangan industri hilirisasi Indonesia. Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) berkomitmen untuk bahu membahu dengan pemerintah, memastikan investor Tiongkok dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan mendapatkan mitra terbaik di Indonesia, serta meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok.
"KIKT juga akan berusaha mempererat people to people diplomacy dengan Tiongkok, melalui kerja sama UMKM, seni budaya, entertainment, juga food diplomacy," ujar pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut.
Boy mengatakan, Komite Tiongkok merupakan salah satu komite strategis bagi Kadin. Hal itu terutama karena nilai total perdagangan Indonesia dengan Cina pada tahun 2021 mencapai lebih dari US$ 100 miliar, meningkat 40% dari tahun 2020.
Perdagangan Indonesia dengan Cina diprediksi akan terus meningkat. Pada periode Januari hingga Mei 2022 ini, total perdagangan Indonesia-Cina sudah mencapai hampir US$ 50 miliar, naik 27,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.
"Saya berharap bahwa hubungan baik yang terjalin antara Indonesia - Tiongkok selama lebih dari 70 tahun dan terus membaik dari waktu ke waktu, khususnya dalam hubungan ekonomi, sehingga dapat mendukung Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan dan melakukan transformasi ekonomi, demi Indonesia yang lebih baik dan lebih maju," ujarnya.
Perdagangan barang antara Indonesia dan Tiongkok memecahkan rekor baru pada tahun 2021. Menurut pangkalan data perdagangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), nilai perdagangan barang antara Indonesia dan Tiongkok pada 2021 mencapai US$110 miliar, tumbuh 54,03% dari tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
