Ketidakpastian Dunia Usaha Naik, Pakar: Kalau Gak Kolabs Bakal Kolaps

Tia Dwitiani Komalasari
19 September 2022, 15:38
Founding Chairman Indonesia Brand Forum, Yuswohady, saat membuka IBF 2022, Senin (19/9).
Katadata
Founding Chairman Indonesia Brand Forum, Yuswohady, saat membuka IBF 2022, Senin (19/9).

Tingkat ketidakpastian dunia usaha saat ini dinilai semakin meningkat sehingga dibutuhkan kolaborasi untuk menyatukan kekuatan. Founding Chairman Indonesia Brand Forum, Yuswohady, mengatakan ada tiga startegi yang bisa dilakukan pelaku usaha untuk melakukan kolaborasi.

Setelah pandemi, Yuswohady mengatakan, strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan koopetisi alias berkolaborasi. Dengan kolaborasi, baik brand maupun korporat dapat saling bahu membahu mengintegrasikan ekosistem fisik maupun digital.

Advertisement

"Kolaborasi adalah jantungnya keunggulan bisnis. Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua pihak,” ujar Yuswohady, saat membuka IBF 2022, Senin (19/9).

Dia mengatakan, topik yang diangkat penyelengaraan IBF kali ini adalah “Brand Collab Champion – Winning Thru Coopetition Not Competition”. "Topik kolaborasi diangkat karena dari hari ke hari, tampak dunia bisnis makin mengarah pada penguatan ekosistem di setiap industri," ujarnya.

Yuswohady mengatakan, dunia bisnis menghadapi tantangan baru yang tidak mudah. Setelah meletusnya perang Rusia-Ukraina, kini masyarakat dan dunia bisnis menghadapi beragam tantangan baru yang tidak mudah mulai dari beban kenaikan harga BBM, ancaman stagflasi, gangguan distribusi global, hingga ketidakmenentuan kebijakan pemerintah.

“Khusus para pelaku bisnis, inilah saatnya menyatukan kekuatan satu sama lain, bergandengan tangan bersama, alih-alih bersaing habis-habisan. Istilah saya, ke depannya kita harus berkolaborasi, karena ‘Kalau Nggak Kolab, Bakal Kolaps’. Jangan sendirian menghadapi tantangan ini, apalagi berkompetisi tak keruan, berperang tanpa arah.

Adapun untuk melakukan kolaborasi, atau saling menyatukan kekuatan, Yuswohady menegaskan perusahaan bisa menempuh dengan tiga strategi.

Tiga strategi kolaborasi tersebut adalah:

1. Leverage brand audience
Dalam leverage brand audience, kolaborasi dilakukan untuk memperluas pasar dan target audience. “Ketika dua merek berkolaborasi maka masing-masing pasarnya disatukan sehingga kolamnya membesar,” ujarnya.

2. Sinergize brand asset
Melalui kolaborasi, merek juga bisa menyinergikan aset yang dimiliki masing-masing pihak yang berkolaborasi sehingga menghasilkan kekuatan gabungan yang jauh lebih besar. Rumusnya bukan sekedar: 1 + 1 = 2; tapi 1 + 1 > 2.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement