Pelaku Usaha Prediksi Akan Ada Badai PHK di Industri Padat Karya

Tia Dwitiani Komalasari
26 Oktober 2022, 12:29
Sejumlah karyawan berjalan usai bekerja di Jakarta, Senin (24/10/2022).
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Sejumlah karyawan berjalan usai bekerja di Jakarta, Senin (24/10/2022).

Kamar Dagang Industri memperkirakan  sektor padat karya akan banyak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagaimana sektor start up. Hal itu didorong ancaman resesi tahun depan sehingga permintaan berkurang.

 Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta Kamdani, mengatakan pelaku usaha berupaya untuk mempertahankan karyawannya. Namun hal itu saat ini sulit dilakukan karena permintaan  menurun signifikan.

Advertisement

“Jadi padat karya untuk dipertahankan karyawannya itu sulit. Bahkan mereka berupaya untuk tidak melakukan PHK, tapi sekali lagi ini sulit karena permintaan dan pasarnya menurun signifikan, jadi mereka banyak melakukan efisiensi,” ucapnya dikutip dari Antara, Rabu (26/10).

Pengusaha tahan ekspansi

Dia mengatakan, pelaku usaha juga akan lebih waspada dalam berekspansi atau mengembangkan usaha di 2023. Hal itu disebabkan karena risiko resesi global.

“Sebenarnya kita optimis tapi tetap berhati-hati. Kalau ekspansi dan lain-lain, kita mesti lihat demandnya, pasarnya, dan lain-lain yang penting sekarang di perusahaan cost itu tidak mempengaruhi efisiensi,” kata Shinta.

Namun demikian, investasi pada sektor-sektor ekonomi yang sudah menerapkan prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) diprediksi akan tetap tumbuh ke depan. Apalagi Indonesia masih memiliki potensi yang belum dioptimalisasi.

“Perekonomian Indonesia diproyeksikan akan lebih baik dari negara lain, termasuk di area tertentu seperti kendaraan listrik, itu mungkin akan terus jalan,” katanya.

Halaman:
Reporter: Nadya Zahira, Antara
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement