Indeks Kepercayaan Industri Desember Naik Tipis, 12 Sektor Kontraksi

Nadya Zahira
30 Desember 2022, 16:31
Pekerja memantau proses produksi tisu basah di PT The Univenus Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (11/11/2020). Kementerian Perindustrian menyatakan pertumbuhan sektor industri manufaktur di kuartal III-2020 sebesar 5,25 persen dibandingkan dengan kuartal se
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
Pekerja memantau proses produksi tisu basah di PT The Univenus Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (11/11/2020). Kementerian Perindustrian menyatakan pertumbuhan sektor industri manufaktur di kuartal III-2020 sebesar 5,25 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa Indeks Kepercayaan Industri atau IKI pada Desember 2022 sebesar 50,9. Angka tersebut naik 0,01 dibandingkan bulan lalu yang mencapai 50,89.

Berdasarkan IKI Desember 2022, terdapat 11 sektor yang alami ekspansi. Sementara 12 sektor lainnya mengalami kontraksi.

Advertisement

Namun demikian, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta mengatakan bahwa 11 sektor yang mengalami ekspansi adalah yang memiliki kontribusi besar kepada Produk Domestik Bruto. Sementara 12 subsektor yang mengalami kontraksi memiliki kontribusi yang lebih kecil dari PDB. 

"Jadi artinya, sektor-sektor yang mengalami ekspansi ini adalah sektor yang share PDB-nya besar," kata Febri.

Sayangnya Febri tidak bisa menjabarkan secara detail sektor apa saja yang mengalami ekspansi dan juga konstraksi tersebut. "Sebagai informasi saja, pada bulan November yang lalu Pak Menperin tidak menyebutkan secara detail dari ke 12 subsektor tersebut yang mengalami kontraksi, " kata dia.

Kementerian Perindustrian meluncurkan IKI mulai 30 November 2022. Indeks Kepercayaan Industri akan diumumkan setiap akhir bulan.

Sebelumnya, pemangku kebijakan kerap menggunakan Purchasing Manager's Index atau PMI Manufaktur dan Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia.

Halaman:
Reporter: Nadya Zahira
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement