RI-Singapura akan Bangun Industri Panel Surya, Investasinya Rp 769 T

Abdul Azis Said
15 Maret 2023, 18:05
panel surya,
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.
Petugas melakukan perawatan panel surya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (21/9/2022).

Pemerintah akan menggandeng pemerintah Singapura untuk mengembangkan industri panel surya. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut industri panel surya akan dibangun di dalam negeri dengan nilai investasi bisa mencapai US$ 50 miliar atau setara Rp 769 triliun dengan asumsi kurs saat ini Rp 15.380/US$.

"(Kerja sama) sedang mau kita finalisasikan. Nanti besok," kata Luhut sata ditemui di acara DBS Asian Insights Forum 2023, Jakarta, Rabu (15/3).

Ia memastikan pembangunan panel surya akan digelar di dalam negeri. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan bisa mencapai US$ 50 miliar jika seluruh ekosistem terbangun.

Rencana kerja sama itu sebelumnya telah disampaikan Luhut dalam sebuah webinar kemarin (14/3). Ia menyebut kerja sama tersebut seiring kebutuhan Singapura untuk memenuhi pasokan listrik. Karena itu, pemerintah Indonesia akan mendorong industri panel surya itu untuk dibangun di dalam negeri dan listriknya diekspor ke negeri singa itu.

"Kita maunya end to end, jadi kita harus bangun solar panelnya disini industrinya, kemudian baterainya dan seterusnya. Nanti baru kita juga ekspor (listrik) ke Singapura, jadi win win," ujarnya dikutip dari Antara.

Luhut menyebut industri panel surya itu juga akan mendukung kawasan industri Kalimantan Industrial PArk Indonesia (KIPI). Kawasan ini disiapkan untuk menjadi tempat berdirinya beberapa industri khususnya pabrik baterai kendaraan listrik, petrokimia dan alumunium.

KIPI disiapkan pemerintah untuk menjadi kawasan industri berbasis hijau atau ramah lingkungan terbesar di dunia. Presiden Joko Widodo sebelumnya telah meletakkan batu pertama di KIPI pada 21 Desember 2021. Pemerintah menetapkan waktu pembangunan KIPI hanya sekitar dua tahun.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...