Jelang Lebaran, Permintaan Industri Tekstil Nasional Malah Turun 30%

Nadya Zahira
4 April 2023, 15:13
Pekerja menyelesaikan produksi kain di PT Trisula Textile Industries di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/3/2023). Bank Indonesia Jawa Barat memprediksi akan terjadi gejolak pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menyusul kondisi geopolitik global dan k
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Pekerja menyelesaikan produksi kain di PT Trisula Textile Industries di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/3/2023). Bank Indonesia Jawa Barat memprediksi akan terjadi gejolak pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menyusul kondisi geopolitik global dan kenaikan upah serta perlambatan ekonomi akibat inflasi tinggi di negara tujuan ekspor.

Permintaan industri tekstil malah turun 30% saat Ramadan dan jelang lebaran. Hal itu menyebabkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil masih belum pulih.

"Biasanya dari 2 atau 3 bulan sebelum Ramadan orderan mereka sudah penuh, tapi tahun ini agak sedikit berbeda, mereka mengeluhkan orderannya sangat berkurang dan menurun hingga 30%," ujar Jemmy kepada Katadata.co.id, Senin 3/4).

Jemmy mengatakan penurunan tersebut cukup signifikan jika dibandingkan tahun lalu. Pada 2022, pertumbuhan TPT cukup bagus hingga mencapai 70% baik ekspor maupun domestik.

Sementara permintaan ekspor saat ini masih lesu akibat inflasi tinggi yang dialami negara tujuan ekspor TPT Indonesia yaitu Amerika Serikat dan Eropa. 

"Industri TPT di 2021 dan 2022 di kuartal pertama kedua itu dirasakan sangat bagus. Kita merasa penurunan akibat pelemahan global itu di kuarta ketiga dan kuartal keempat," ujarnya.

Bersaing dengan Baju Bekas Impor

Dia mengungkapkan, pelaku industri tekstil dan produk tekstil sangat bersyukur dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang impor baju bekas dan pengetatan pengawasan pada penjualan baju impor.

Menurut Jemmy, kebijakan tersebut perlahan dapat memulihkan pertumbuhan industri TPT di sektor Industri Kecil Menengah atau IKM,  pada yang akhirnya berimbas positif pada sektor hulu.

"Diharapkan dengan adanya larangan impor baju bekas itu, dapat menaikan pertumbuhan tekstil di sektor IKM nya, yang akhirnya berimbas pada sektor hulunya, ya kita berharap efek dominonya itu sampai ke hulu," kata dia.

Meskipun permintaan sedang lesu, Jemmy mengatakan, hingga saat ini belum ada keluhan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya atau THR untuk tenaga kerja di industri TPT 2023.

"Namun, kebijakan tersebut menurut saya tergantung terhadap perusahaan masing-masing, kita tidak bisa mencampuri," kata dia.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Amerika Serikat merupakan negara utama tujuan ekspor pakaian jadi atau konveksi dari tekstil terbesar bagi Indonesia. Nilai ekspornya mencapai US$3,86 miliar.

Nilai tersebut setara 55,94% dari total nilai ekspor pakaian jadi Indonesia pada 2021 yang sebesar US$6,9 miliar. Jepang dan Jerman merupakan negara tujuan ekspor pakaian jadi terbesar berikutnya. Nilanya masing-masing US$534,6 juta dan US$324,9 juta.

Reporter: Nadya Zahira

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...