Luhut: RI Jajaki Impor 50.000 Ekor Sapi dan Kedelai Afrika Selatan

Tia Dwitiani Komalasari
12 Juli 2023, 12:59
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, bertemu dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, di Johannesburg, Afrika Selatan, Selasa (11/7).
Kemenko Marves
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, bertemu dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, di Johannesburg, Afrika Selatan, Selasa (11/7).

Pemerintah Indonesia sedang menjajaki rencana impor 50.000 ekor sapi dan 300.000 ton kedelai dari Afrika Selatan. Kesepakatan impor tersebut diharapkan rampung pada Agustus 2023.

Hal itu mengemuka saat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan  kunjungan kerja ke Johannesburg, Afrika Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Luhut bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Advertisement

Luhut mengatakan, salah satu agenda penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah persiapan untuk partisipasi Presiden Joko Widodo dalam KTT BRICS yang akan datang. KTT BRICS adalah pertemuan diplomatik kelompok ekonomi besar baru yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan.

Selain itu, Luhut mengatakan, pertemuan itu juga membahas kesepakatan mengenai impor sapi dan kedelai. "Kesepakatan ini juga diharapkan dapat diselesaikan dan ditandatangani menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo saat KTT BRICS pada bulan Agustus tahun ini," ujar Menko Luhut dalam keterangan tertulis yang diterima Katadata.co.id, Rabu (12/7).

Luhut mengatakan, kerja sama pertanian memiliki potensi yang besar antara kedua negara. Indonesia, saat ini mengimpor sapi senilai lebih dari US$ 1 miliar dan kedelai senilai lebih dari USD 2 miliar setiap tahun.

"Sebagai langkah awal, Indonesia sedang menjajaki kemungkinan impor 50.000 ekor sapi dan 300.000 ton kedelai dari Afrika Selatan, dengan tujuan memperkuat dan memperluas perdagangan bilateral di sektor pertanian," kata Luhut.

Kerja Sama Pertamina

Dalam kunjungan ini juga telah dilakukan pembicaraan antara Pertamina dengan mitra bisnis dari Afrika Selatan mengenai peluang pasokan listrik ke Afrika Selatan menggunakan gas dari kontraksi Indonesia di Mozambik. Kehadiran CEO Pertamina, Nicke Widyawati, yang ikut selama kunjungan menunjukkan komitmen Indonesia terhadap potensi kemitraan ini.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement