Bapanas: Stok Pangan Siap Hadapi Ramadan
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memastikan stok pangan akan siap untuk menghadapi Ramadan 2024. Stok pangan yang tidak bergantung pada impor saat ini telah cukup, sedangkan beberapa bahan pangan impor akan segera tiba.
Arief mencatat beberapa pangan yang masih bergantung dari impor adalah daging sapi, gula, dan bawang putih. Kementerian Pertanian telah menerbitkan seluruh rekomendasi impor komoditas tersebut, sedangkan Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impornya.
"Dengan demikian, komoditas impor tersebut akan tiba di pertengahan Bulan Puasa. Kami akan siap untuk menghadapi Lebaran 2024," kata Arief di Pasar Induk Beras Cipinang, Rabu (28/2).
Arief menargetkan, beras impor sejumlah 500.000 ton akan tiba di dalam negeri sebelum Ramadan 2024. Salah satu tujuan impor beras tersebut adalah menyiapkan kemungkinan lonjakan konsumsi dalam negeri.
Ia mencatat konsumsi beras nasional ada dalam rentang 2,5 juta sampai 2,6 juta ton per bulan. "Kenaikan konsumsi pada Ramadan 2024 tidak akan lebih dari 30%. Tidak mungkin karena puasa makan nasi jadi delapan kali sekali," katanya.
Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menambah kuota impor beras sebanyak 1,6 juta ton pada tahun ini. Dengan demikian, total kuota impor beras sepanjang 2024 menjadi 4,1 juta ton atau terbanyak sepanjang masa.
Arief menjelaskan penambahan kuota impor beras sebanyak 1,6 juta ton tersebut merupakan cadangan pemerintah. Bulog tidak perlu menunggu penambahan kuota saat memerlukan tambahan kuota nantinya.
Arief juga berkomitmen untuk mengontrol realisasi dan kedatangan beras impor ke dalam negeri. Ia menargetkan realisasi impor tahun ini hanya 3 juta ton atau sekitar 70% dari kuota tahun ini.
"Harga gabah petani masih baik. Dengan demikian, kami musti apresiasi bahwa pemerintah melakukan impor beras secara terukur," ujarnya.
Badan Pusat Statistik mencatat, total beras impor yang masuk pada Januari 2024 mencapai 443.000 ton. Nilainya mencapai US$ 279,2 juta atau Rp 4,41 triliun dengan asumsi kurs Jisdor akhir periode yang sama Rp 15.803 per dolar AS.
Impor beras bulan lalu lebih tinggi dibandingkan Januari 2023 yang mencapai 243.660 ton senilai US$ 118,7 juta atau setara Rp 1,78 triliun.
Impor beras Indonesia mencapai 3,06 juta ton sepanjang 2023, naik 613,61% dibanding 2022. Impor beras didominasi beras setengah giling atau giling utuh (semi-milled or wholly milled rice). Volumenya mencapai 2,7 juta ton atau 88,1% dari total impor beras tahun lalu.
