Ombudsman Dorong Pemerintah Siapkan Rencana Impor Beras Jangka Panjang

Andi M. Arief
16 Maret 2024, 06:50
Ombudsman
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.
Pekerja memindahkan karung beras di Gudang Bulog Divre Sumatera Barat, di Padang, Kamis (24/11/2022).
Button AI Summarize

Ombudsman Republik Indonesia atau ORI menyarankan pemerintah untuk membuat rencana impor beras jangka panjang. ORI menyatakan kebutuhan beras di dalam negeri pada akhirnya akan bergantung pada impor.

Anggota ORI Yeka Hendra Fatika mengatakan pemerintah harus menerima kenyataan bahwa produksi beras nasional tidak dapat memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu, Yeka menilai rencana impor beras jangka panjang akan membuat harga beras domestik lebih stabil.

"Ombudsman berharap pemerintah memberikan kepastian agar Bulog bisa memiliki perencanaan impor jangka panjang. Dengan demikian, pelaku pasar bisa menganalisa tren pasokan beras dan tidak berspekulasi," kata Yeka di Gudang Bulog DKI Jakarta, Jumat (15/3).

United States Department of Agriculture mendata Indonesia menjadi importir beras terbesar kedua pada 2023 atau mencapai 3,5 juta ton. Sementara itu, Badan Pusat Statistik mendata impor beras sepanjang 2023 mencapai 3,06 juta ton atau naik 613,61% secara tahunan.

BPS menyatakan realisasi impor beras pada tahun lalu menjadi yang terbesar sejak 2018. Beras impor yang masuk ke dalam negeri pada tahun lalu umumnya berasal dari empat negara, yakni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...