Sinarmas Group Mulai Bangun Pusat Data Tercanggih di Indonesia Tahun Depan

Andi M. Arief
10 September 2024, 18:51
Pusat data, pasar digital, sinarmas
Telkom
Pusat data. Pasar digital nasional diramal mencapai US$ 7,1 miliar pada 2027.

Ringkasan

  • Presiden Prabowo Subianto telah mendirikan tim khusus untuk menjamin bahwa subsidi tepat sasaran, termasuk untuk kebutuhan energi, dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan strategi penyaluran subsidi yang mencakup bantuan langsung tunai (BLT), subsidi berbentuk barang untuk fasilitas umum guna menahan inflasi, dan peningkatan harga komoditas tertentu agar jumlah subsidi bisa ditingkatkan.
  • Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa subsidi elpiji (LPG) tidak akan diubah ke BLT namun tetap berbentuk barang, dengan pemerintah menerapkan strategi subsidi tepat sasaran melalui pendataan nomor induk kependudukan (NIK) untuk pembelian elpiji 3 kilogram, yang telah dimulai sejak 1 Januari 2024.
  • Total anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2024 mencapai Rp 433 triliun, dengan rincian untuk subsidi listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan elpiji. Meski harga minyak menurun, total realisasi subsidi energi pada kuartal II 2024 mencatat Rp 407 triliun, dengan anggaran subsidi BBM turun 20,57% menjadi Rp 138,5 triliun.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sinarmas Group akan membangun pusat data tercanggih di dalam negeri pada kuartal pertama tahun depan. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 4,7 triliun atau sekitar US$ 300 juta.

Pusat data tersebut akan dibangun di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan melaluo perusahaan patungan  dengan LG CNS Co., Ltd, yakni PT LG Sinarmas. Proyek tersebut dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga 2026 dan mulai beroperasi pada kuartal terakhir tahun yang sama.

"Kami melihat banyak kebutuhan pusat data di DKI Jakarta. Selain kebutuhan perbankan asal Korea Selatan, klien-klien kami juga banyak yang membutuhkan layanan pusat data," kata Chairman Sinarmas Group Franky O. Widjaja di Grand Hyatt Jakarta, Selasa (10/9).

CEO LG Sinarmas Han Dong-Hyup menjelaskan, pusat data yang akan di kuningan merupakan pusat data pertama di dalam negeri yang dioperasikan oleh kecerdasan buatan. Pusat data tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 8.516 meter persegi.

Menurutnya, klien pusat data tersebut mayoritas berasal dari bidang perbankan yang terafiliasi dengan Sinarmas Group atau investor dari Korea Selatan. "Ini adalah proyek pertama untuk LG Sinarmas," kata Han.

Pasar Pusat Data

Franky berencana untuk memetakan seluruh peluang proyek pusat data di dalam negeri, salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park. Adapun pemetaan peluang tersebut merupakan langkah selanjutnya dari pendirian LG Sinarmas mengingat pasar digital nasional diramal mencapai US$ 7,1 miliar pada 2027.

Nongsa Digital Park berada di Pulau Batam, Kepulauan Riau. Potensi investasi dalam pengembangan kawasan industri tersebut mencapai sekitar US$ 3 miliar.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso sebelumnya mengungkap, ada 6 investor baru yang mengantre untuk berinvestasi membangun pusat data (data center) di Indonesia. Pembangunan proyek akan dilakukan di  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Susiwijono mengatakan, para investor tersebut berasal dari negara-negara maju, seperti China, Jepang, dan Amerika Serikat (AS). Namun, dia belum mengetahui total nilai investasi yang ditawarkan.

“Jadi memang data center ini sekarang sangat masif, karena beberapa tahun lalu Singapura moratorium karena kebutuhan listrik dan airnya besar sekali,” kata Susiwijono, usai Peluncuran Geoportal Kebijakan One Satu Peta 2.0 serta Penyampaian Hasil Capaian PSN dan KEK, di Jakarta, Kamis (18/7).

Hingga saat ini, sudah ada 10 data center yang akan dibangun di KEK Nongsa Digital Park. Sebanyak 9 di antaranya dalam proses pembangunan, dan 1 dalam tahap komitmen proyek.

Susiwijono menilai, pembangunan data center saat ini menjadi kebutuhan banyak negara. Di sisi lain perusahaan yang mengembangkan proyek membutuhkan  lahan, sumber listrik dan air guna membangun sistem penyimpanan data digital.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...