Menperin soal Kabar Prabowo Setuju Investasi Apple: Surat Saja Belum Dibalas
Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang merespons kabar soal Presiden Prabowo Subianto sudah menyetujui investasi Apple US$ 1 miliar dan rencana membangun pabrik AirTag di Batam.
"Jangankan untuk proposal resmi (dari Apple), jawaban atas undangan untuk menghadiri rapat saja belum ada kabar," kata Agus di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (20/12).
Menperin mengatakan pemerintah tetap konsisten membuka kesempatan yang setara bagi seluruh produsen handphone,komputer genggam, dan tablet alias HKT agar bisa memasarkan produk di Indonesia.
Untuk bisa memasarkan produk tersebut, perusahaan harus mengantongi sertifikat TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri. Ada tiga caranya merujuk pada Peraturan Menteri Perindustrian alias Permenperin Nomor 29 Tahun 2017, yakni:
- Pembuatan produk di dalam negeri atau membangun pabrik
- Pembuatan aplikasi di dalam negeri
- Pengembangan inovasi di dalam negeri
"Termasuk kalau Apple memutuskan untuk tidak membangun pabrik fasilitas produksi di Indonesia, kami bisa tetap menggunakan skema ketiga yakni inovasi. Walaupun yang saya selalu sampaikan, pemerintah ingin Apple memprioritaskan membangun fasilitas produksi di Indonesia," kata Agus.
Selama ini Apple memilih opsi pengembangan inovasi dengan membangun Apple Developer Academy. Sudah ada tiga yang dibangun yakni:
- Binus BSD, Serpong, Tangerang
- Universitas Ciputra di Surabaya
- Infinite Learning di Batam
Konsekuensi dari memilih opsi tersebut, pemberian sertifikat TKDN dievaluasi setiap tiga tahun.
Perusahaan asal Amerika itu pada April, menjanjikan pembangunan fasilitas keempat di Bali. Namun janji itu tak kunjung ditepati oleh Apple.
Kemenperin kemudian mengkaji ulang pemberian sertifikat TKDN kepada perusahaan itu, karena dinilai tidak adil dibandingkan dengan negara lain. Setelah berdiskusi beberapa kali, Kemenperin mengatakan Apple setuju untuk berinvestasi US$ 1 miliar di Indonesia.
Kemudian beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberikan persetujuan untuk menerima investasi Apple US$ 1 miliar atau Rp 16 triliun.
“Prabowo Subianto diberi pengarahan tentang investasi ini pada akhir pekan, dalam pertemuan yang membahas tarik-menarik antara pemerintah dan Apple,” kata sumber Bloomberg, dikutip Kamis malam (19/12).
Sumber mengatakan Apple akan membangun pabrik AirTag. AirTag adalah perangkat pelacak yang dikembangkan oleh Apple.
“Apple sedang mengatur agar salah satu pemasok bisa memproduksi AirTag di Indonesia, dan secara bertahap meningkatkan produksi,” kata sumber. “Salah satu pemasok Apple akan mendirikan pabrik AirTag di Batam.”
Pabrik tersebut diharapkan mempekerjakan sekitar 1.000 pekerja pada awal operasional. Pabrik ini diperkirakan menghasilkan 20% dari produksi AirTag global.
Namun Agus menegaskan tidak ada informasi resmi dari Apple terkait hal itu.
"Saya ingin diskusi dan negosiasi itu langsung kami lakukan dengan Apple dari kantor pusat, datang ke Indonesia dan berdiskusi atau negosiasi secara fisik," kata Agus.
Dengan begitu, kedua pihak bisa memahami keinginan satu sama lain.
Berdasarkan gambar yang ditayangkan dalam konferensi pers pekan lalu (11/12), Apple berencana membangun Apple Developer Academy keempat di Indonesia pada 2025.
