KKP Periksa Kades Desa Kohod dan 13 Nelayan soal Pagar Laut Tangerang

Agustiyanti
31 Januari 2025, 13:08
pagar laut tangerang, KKP
Katadata/Wahyu Dwi Jayanto
Pagar laut di Tangerang saat ini tengah dibongkar oleh ratusan personel TNI AL, KKP, dan Nelayan.

Ringkasan

  • Gunung Ibu di Halmahera Utara meletus pada 18 Mei 2019, menghasilkan kolom abu vulkanik hingga 4 kilometer dan memicu fenomena badai petir vulkanik.
  • Letusan kedua terjadi setengah jam kemudian dengan ketinggian kolom asap 1 kilometer. BNPB melaporkan lebih dari 400 penduduk dievakuasi dari tujuh desa di Halmahera Barat karena rekomendasi PVMBG untuk mengosongkan area dalam radius 7 kilometer dari kawah gunung.
  • Warga yang beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu disarankan memakai pelindung hidung, mulut, dan mata untuk menghindari risiko gangguan kesehatan.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memeriksa Kepala Desa Kohod dan 13 orang nelayan lainnya terkait adanya pagar laut sepanjang 30,16 kilometer yang ada di perairan Kabupaten Tangerang, Banten. KKP sebelumnya juga telah memeriksa dua perwakilan Jaringan Rakyat Pantura yang sempat mengklaim pembangunan pagar dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. 

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto Darwin menjelaskan, Polisi Khusus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Polsus PWP3K) KKP saat ini tegah mengembangkan pemeriksaan kasus pagar laut di Tangerang. "Pada 30 Januari 2025, KKP telah memanggil Kepala Desa Kohod dan 13 nelayan untuk dimintai keterangan," kata Doni.

Pemeriksaan ini, menurut dia,  merupakan bagian dari proses penegakan sanksi administratif sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan, PP 21/2021, PP 85/2021, dan PermenKP No 31/2021. KK pada 21 Januari 2025 juga telah memeriksa dua perwakilan Jaringan Rakyat Pantura (JRP).

KKP hingga kini telah  melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang terkait adanya pagar laut sepanjang puluhan kilometer yang tidak mengantongi izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) itu Namun, Doni tak menyebutkan identitas seperti nama orang-orang yang telah diperiksa, termasuk materi pemeriksaan. Ia mempertimbangkan tahap penyelidikan masih akan panjang.

Menurut Doni, KKP akan melakukan pengembangan terhadap keterangan dari hasil pemeriksaan terhadap Kepala Desa Kohod dan 13 nelayan lainnya.  "KKP menegaskan bahwa seluruh proses ini dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku guna memastikan ketertiban dan ketaatan pengelolaan ruang laut yang berkeadilan," kata Doni.

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto sebelumnya meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar berani mengungkap dalang pembuatan pagar laut di Tangerang, Banten, tanpa harus takut terhadap oligarki.

"Semua kementerian tidak perlu takut melawan oligarki karena kita DPR sebagai wakil rakyat, kementerian juga menjalankan tugasnya untuk kepentingan rakyat juga," kata Ketua Komisi IV DPR RI seusai Rapat Kerja bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Titiek menekankan bahwa dalang pemasang pagar laut yang terbuat dari bambu di perairan Kabupaten Tangerang harus segera diungkap, tanpa takut terhadap oligarki.

Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan penyelesaian persoalan pagar laut Tangerang secepatnya. "Ya kalau bisa seminggu ke depan bisa selesai. Kami akan segera selesaikan, pokoknya secepatnya, betul-betul secepatnya," kata Trenggono dalam jumpa pers seusai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Trenggono menegaskan bahwa penyelesaian yang dilakukan pihaknya dilakukan sesuai dengan kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni secara administrasi.

Reporter: Antara

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...