Investasi Hilirisasi Capai Rp407 T pada 2024, Paling Banyak Proyek Smelter Nikel
Kementerian Investasi/BPKM mencatat, realisasi investasi hilirisasi sepanjang 2024 mencapai Rp407,8 triliun, naik 8,63% dibandingkan 2023. Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, realisasi ini menyumbang 23,8% dari total realisasi investasi 2024 yang mencapai Rp 1.714,2 triliun.
Rosan menjelaskan, porsi hilirisasi dalam realisasi investasi cukup konsisten. “Kami harapkan tentunya kontribusi dari hilirisasi terus meningkat, dan kami yakin karena ini memang menjadi salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” kata Rosan dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2024 yang dipantau secara daring pada Jumat (31/1).
Rosan menjelaskan, realisasi investasi ini berasal dari beberapa sektor hilirisasi. Proyek smelter mineral mendominasi sebanyak Rp 245,2 triliun atau 60,17% dari total investasi hilirisasi, dengan sejumlah komoditas yang diolah, yakni:
- Nikel Rp 153,2 triliun
- Tembaga Rp 68,5 triliun
- Bauksit Rp21,8 triliun
- Timah Rp1,6 triliun
Kementerian Investasi juga mencatat, realisasi hilirisasi di sektor kehutanan atau pulp dan paper mencapai Rp64 triliun. Produk hilirisasi kehutanan ini mencakup kertas, tissue, kertas kardus, pampers, bubur kertas, dan lain sebagainya.
Hilirisasi di sektor pertanian juga menyumbang investasi mencapai Rp67,1 triliun. Produk hilirisasi sektor ini meliputi palm fatty acid, biodiesel, dan minyak goreng.
Hilirisasi di sektor minyak dan gas atau petrochemical juga menyumbangkan realisasi investasi senilai Rp23,1 triliun. Produknya mencakup produk resin, aspal, bahan bakar minyak, dan metanol. Sedangkan hilirisasi di sektor ekosistem kendaraan listrik yakni baterai mencapai Rp8,4 triliun.
Realisasi Investasi 2024
Kementerian Investasi mencatat, realisasi investasi sepanjang 2024 naik 20,8% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp1.714,2 triliun. Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, realisasi investasi ini melampaui target yang ditetapkan Rp 1.650 triliun.
Mayoritas investasi berasal dari penanaman modal asing atau PMA mencapai 52,5%, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mengambil porsi 47,5%. Nilai PMA sepanjang 2024 tercatat naik 21% secara tahunan menjadi Rp 900,2 triliun, sedangkan PMDN tercatat naik 20,6% menjadi Rp 814 triliun.
Berdasarkan data Kementerian Investasi, seluruh investasi pada 2024 menyerap tenaga kerja mencapai 2.456.130 orang, naik 34,7% dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Pemerintah juga mendata, sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya mencatatkan realisasi investasi terbesar selama 2024 mencapai Rp238,4 triliun. Sektor ini berkontribusi sekitar 13,9% dari total investasi periode 2024.
