Mentan Klarifikasi Video Viral: Teguran Soal Mafia Pangan Bukan dari Gibran

Ferrika Lukmana Sari
21 April 2025, 09:32
Gibran
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). Mentan mengatakan bahwa produksi beras pada kuartal pertama 2025 mengalami lonjakan signifikan di mana BPS mengumumkan bahwa hingga Maret total produksi beras mencapai 8 juta ton, dan diperkirakan hingga April mencapai 13-14 juta ton. Dengan surplus yang cukup besar tersebut Presiden menginstruksikan percepatan penyerapan gabah agar harg
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluruskan informasi yang berkembang terkait video pidatonya yang sempat viral, di mana ia menyebut pernah ditegur wakil presiden dalam konteks pemberantasan mafia pangan. Ia menegaskan, teguran tersebut terjadi di masa lalu dan bukan dari Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka.

“Perlu saya klarifikasi, teguran itu terjadi dulu, bukan dari wapres saat ini. Dan dulu juga saya anggap sebagai teguran yang sangat positif. Itu justru membuat saya makin hati-hati dan makin berani dalam memberantas mafia pangan,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (20/4).

Amran menegaskan bahwa Gibran justru memberikan dukungan penuh terhadap langkah bersih-bersih mafia pangan yang saat ini digencarkan Kementerian Pertanian.“Pak Gibran sangat mendukung. Presiden dan wapres solid mendukung kita untuk bersih-bersih pangan dan membela petani,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan dalam video tersebut disampaikan dalam konteks akademik sebagai refleksi atas pengalaman masa lalu dalam memperjuangkan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pihaknya juga ingin menunjukkan bahwa dalam menghadapi mafia pangan, banyak pihak harus bersikap berani dan keberanian itu harus dibarengi dukungan dari para pemimpin.

"Selama ini, saya mendapat dukungan penuh dari para presiden dan wakil presiden, termasuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran hari ini,” ujar Amran.

Ia menegaskan, komitmen pemberantasan mafia pangan telah membuahkan hasil konkret. Sepanjang periode sebelumnya, sebanyak 784 kasus berhasil diungkap, dengan 411 orang ditetapkan sebagai tersangka. Kasus-kasus itu mencakup pelanggaran terkait pupuk, hortikultura, peternakan, hingga praktik curang dalam distribusi beras.

“Di internal Kementan pun, lebih dari 1.500 pegawai telah kami beri sanksi demosi dan mutasi karena pelanggaran disiplin dan integritas. Ini adalah gerakan bersih-bersih yang kami lakukan tanpa pandang bulu,” ucapnya.

Dalam 130 hari pertama Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, Kementan kembali menetapkan 20 orang sebagai tersangka, dan 50 perusahaan tengah diproses hukum karena merugikan negara serta petani.

Peringatkan Mafia Pangan Agar Jangan Ganggu Stabilitas

Amran juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan potongan video pidatonya untuk memecah belah pemerintah.

“Saya tegaskan, jangan coba-coba adu domba saya dengan wapres. Semua presiden dan wapres yang pernah saya dampingi, termasuk Wapres Gibran, punya semangat yang sama: bersih-bersih mafia pangan dan bela petani,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan tegas kepada para mafia pangan dan simpatisannya agar tidak mengganggu stabilitas ketahanan pangan nasional.

“Saat ini jalan menuju swasembada terang benderang. Jangan kalian para mafia dan simpatisannya mengadu domba. Kami tegak lurus pada presiden dan wapres. Kami solid untuk kedaulatan dan ketahanan pangan Indonesia,” ujar Mentan.

Amran menambahkan bahwa Kementan akan terus memperkuat sinergi dengan KPK, kepolisian, dan kejaksaan dalam upaya pemberantasan mafia pangan secara berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...