PT Garam Ungkap Alasan Industri Pangan Gagal Uji Coba Garam Lokal

Andi M. Arief
11 Juni 2025, 15:32
Petani dari kelompok Cipta Rasa Garam Madasri memperlihatkan hasil garam yang menggunakan teknologi tunnel geomembrane di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (23/1/2025). Pemerintah menghentikan impor komoditas garam untuk mencapai
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/Spt.
Petani dari kelompok Cipta Rasa Garam Madasri memperlihatkan hasil garam yang menggunakan teknologi tunnel geomembrane di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (23/1/2025). Pemerintah menghentikan impor komoditas garam untuk mencapai swasembada garam dan mengurangi ketergantungan impor dengan menggenjot target produksi garam konsumsi mencapai 2,25 juta ton pada tahun 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Garam merespons banyaknya industri anek pangan yang gagal melakukan uji coba garam lokal sehingga merusak produk. Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengatakan hal itu dipengaruhi oleh mesin yang digunakan.

Mose mengatakan mayoritas industri pengolah garam saat ini memerlukan bahan baku garam berkualitas tinggi. Sebab, mesin yang digunakan hanya melakukan dua siklus pemurnian atau backwashing dalam memisahkan kontaminan dan garam.

"Kalau pakai garam lokal tidak mungkin pakai mesin yang sama, karena butuh menaikkan kemurnian garam dulu untuk menghasilkan garam kristal berkualitas tinggi," kata Mose di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (11/7).

Seperti diketahui, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia atau Gapmmi menyatakan, industri makanan dan minuman belum bisa menggunakan garam lokal. Uji coba awal beberapa pabrikan menemukan 60% produk rusak setelah menggunakan garam lokal dalam proses produksi.

Mose menyampaikan pemangku kepentingan dalam industri garam telah memahami masalah tersebut dan sedang berusaha memperbaiki kualitas garam di dalam negeri. Industri pengolah garam perlu menaikkan indeks baume hingga 3 derajat sebelum proses kristalisasi.

Untuk diketahui, indeks baume yang dibutuhkan dalam memproduksi garam adalah 29. Oleh karena itu, Mose mengakui pembuatan garam kebutuhan industri menggunakan garam lokal kini membutuhkan biaya tinggi karena harus menaikkan indeks baume.

"Biaya produksi garam kebutuhan industri saat ini pasti mahal. Maka dari itu kami membutuhkan model mesin yang akan kami buat sendiri," katanya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, A. Koswara, mengklaim kemurnian garam rakyat di NTT dapat mencapai 99%. Dengan kata lain, garam buatan petambak lokal dapat memasok kebutuhan industri farmasi.

Seperti diketahui, industri farmasi memiliki persyaratan kemurnian garam tertinggi, atau setidaknya 99%. Angka tersebut diikuti oleh klor alkali sebesar 97% dan aneka pangan sekitar 95%.

Koswara mencatat garam berkualitas tinggi tersebut dihasilkan dari air garam dengan indeks baume antara 23-25. Oleh karena itu, mekanisasi produksi garam dalam K-SIGN dinilai dapat menggenjot produksi garam khusus sektor manufaktur di dalam negeri.

Dia menyampaikan pihaknya akna mulai membagun K-SIGN seluas di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada bulan depan. Menurutnya, pemerintah akan membangun satu dari 10 zona yang disiapkan dalam K-SIGN dengan anggaran Rp 750 miliar khusus untuk memproduksi garam kebutuhan industri.

Koswara menjadwalkan satu zona  yang dibangun pemerintah akan beroperasi pada akhir tahun ini. Zona lainnya akan disiapkan untuk investor dan diprediksi beroperasi penuh pada 2027.

Dia menghitung aktivitas Kawasan Industri Garam Nasional Rote akan mengurangi impor garam untuk sektor manufaktur sekitar 600.000 ton per tahun pada 2025-2027. Dengan demikian, volume impor garam untuk industri akan berkurang dari 2,6 juta ton pada tahun lalu, menjadi 1,8 juta ton pada tahun ini, dan berhenti impor pada 2028.

"Dengan rencana tersebut, Kawasan Industri Garam Nasional di Rote bisa mensubstitusi garam impor yang mencapai 2,6 juta ton per tahun. Sebab, kapasitas produksi di sana bisa sampai 3 juta ton per tahun," katanya

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...